Normalisasi Parit Kota Baru Belum Tuntas, Camat Medan Deli Sebut Sungai Deli Jadi Kendala

topmetro.news, Medan – Keluhan warga terkait belum tuntasnya proyek normalisasi parit di Komplek Perumahan Kota Baru, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, akhirnya mendapat tanggapan dari Camat Medan Deli M Aidiel Putra Pratama.

Menurutnya, persoalan banjir di kawasan tersebut tidak hanya disebabkan proses normalisasi yang belum selesai, tetapi juga dipengaruhi kondisi Sungai Deli yang lebih tinggi dari saluran drainase permukiman.

Sebelumnya, warga mengeluhkan proyek normalisasi yang telah berlangsung hampir dua tahun namun dinilai belum mampu mengatasi banjir dan genangan air. Selain itu, jalan yang rusak serta terganggunya akses keluar-masuk komplek akibat pengerjaan yang belum rampung turut menjadi keluhan masyarakat.

Kepala Komplek Kota Baru Guno mengatakan, warga telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak kelurahan maupun kecamatan. Namun, hingga kini mereka belum melihat adanya penyelesaian yang tuntas.

“Sudah kami pertanyakan kepada lurah dan camat. Namun yang kami dapat hanya jawaban tanpa realisasi. Sebenarnya yang perlu dinormalisasi itu parit di ujung komplek yang mengarah ke Sungai Deli karena di sana banyak endapan dan terjadi penyumbatan. Seharusnya itu yang dikorek,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Guno, normalisasi di bagian lain tidak akan memberikan hasil maksimal apabila titik penyumbatan utama tidak segera ditangani.

Keluhan senada disampaikan warga Komplek Ivory Kota Baru, Dedy Key. Ia menilai pemerintah perlu segera menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar melakukan peninjauan lapangan.

Dedy mengaku persoalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim SE.

“Saya meminta kiranya Wali Kota Medan mengevaluasi kinerja Camat Medan Deli. Bila perlu dipanggil dan dimintai penjelasan, karena warga merasa pelayanan dan respons terhadap persoalan ini belum maksimal,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Medan Deli M Aidiel Putra Pratama menjelaskan bahwa kondisi Sungai Deli menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan banjir masih terjadi.

“Permukaan Sungai Deli lebih tinggi dari parit. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu,” katanya.

Aidiel menjelaskan, Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) telah melakukan normalisasi saluran drainase. Namun, saluran yang bermuara ke Sungai Deli belum dilengkapi pintu air sehingga saat debit sungai meningkat, air mengalir kembali ke parit dan menggenangi permukiman.

“Saat normalisasi dilakukan, debit Sungai Deli kembali naik sehingga air masuk lagi ke parit dan kawasan kembali tergenang,” jelasnya.

Sebagai upaya penanganan jangka panjang, pihak kecamatan telah mengusulkan pembangunan pintu air kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) melalui Dinas SDABMBK Kota Medan.

“Kami sudah mengusulkan pembangunan pintu air ke BWS. Usulan itu juga telah kami sampaikan bersama warga saat reses,” ujar Aidiel.

Menurutnya, keberadaan pintu air menjadi salah satu solusi yang diperlukan untuk mencegah aliran balik air Sungai Deli ke saluran drainase ketika debit sungai meningkat.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment