Monumen Sisingamangaraja XII Belum Diperbaiki, HBB Ajak Orang Batak Menyikapi Ketidakperdulian Pemerintah

topmetro.news, Medan – Salah satu bangunan di Monumen Pahlawan Nasional Sisingamangarana XII, berupa Rumah Batak, yang terbakar pada Bulan Juni 2026 lalu, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum DPP HBB (Horas Bangso Batak) Lamsiang Sitompul SH MH, saat meninjau kondisi monumen tersebut, Kamis (6/8/2026).

“Jadi sampai saat ini tanggal 6 Agustus 2026, berarti kira-kira 11 hari lagi lah Hari Kemerdekaan 17 Agustus, belum ada tanda-tanda perbaikan,” ujar Lamsiang.

Ia mengingatkan, bahwa kemerdekaan itu adalah karena jasa para pahlawan, termasuk Sisingamangarana XII.

“Namun sampai hari ini, tanggal 6 Agustus 2026, saya sebagai Ketua Umnum DPP HBB (Horas Bangso Batak), belum mendapat informasi dan belum nampak kegiatan seperti apa pun untuk merenovasi atau memperbaiki bangunan yang terbakar ini,” ujarnya.

Ia juga menunjuk pagar-pagar besi sudah berhilangan di sekeliling monumen, yang menurutnya semakin memperparah kondisi bangunan Monumen Sisingamangaraja XII.

“Jadi menurut kondisinya, ini harusnya sudah sudah direnovasi. Tapi sampai saat ini, baik dari Pemko Medan maupun Pemprov Sumut, belum saya dengar ada informasi apa pun soal rencana renovasi atau perbaikan,” ujar advokat ini.

“Dan kita sudah beberapa kali mencoba berkomunikasi, namun belum mendapat respon yang positif dari Pemko Medan atau Gubernur Sumatera Utara tentang renovasi ini,” lanjutnya.

Pemerintah Cuek?

Lantas Lamsiang pun mencoba ‘mengetuk pintu hati’ para Orang batak, agar bersama-sama memikirkan keberadaan monumen bersejarah tersebut.

“Jadi kepada masyarakat Batak, mana tahu pemerintah sudah tidak perduli lagi dengan Monumen Sisingamangara XII ini, bagaimana menurut kita? Kalau mereka tidak perduli, apakah kita juga tidak perduli?” tanyanya.

“Kalau memang ada yang tersentuh dan mengatakan, ‘ya sudah lah. Kalau pemerintah tidak mau, kita renovasi sendiri’, silahkan dikomunikasikan dengan kami,” sambung Lamsiang seraya menyebutkan No HP/WA untuk berkomunikasi (081362736686).

“Kalau memang ada yang merasa terpanggil untuk merenovasi, kita siap bekerjasama,” masih kata Lamsiang.

Ia juga menyoroti soal hilangnya pagar-pagar besi di sekeliling monumen. Demikian juga dengan berbagai fasilitas bangunan, termasuk lantai yang sudah pada rusak.

Sembari mengelilingi monumen, ia menunjukkan pagar-pagar yang sudah berhilangan oleh rayap besi, padahal, katanya, berada di depan kantor polisi.

“Sementara bangunan ini berada di depan Polsek Medan Kota. Seharusnya bisa terjaga ya. Kalau yang di depan kantor polisi pun sudah bisa berhilangan, apalagi yang jauh-jauh,” tutup Lamsiang Sitompul.

reporter | Jeremi Taran

Related posts

Leave a Comment