topmetro.news, Medan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan, khususnya di Kota Medan.
Kemerdekaan, kata Ketua Komisi II DPRD Medan H Kasman bin Marasakti Lubis Lc MA, tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui keadilan dan pemerataan pembangunan sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Menurut politisi PKS tersebut, setidaknya ada tiga persoalan utama yang perlu menjadi perhatian, yakni pemerataan pendidikan, pelayanan kesehatan serta penguatan ekonomi melalui ketersediaan lapangan pekerjaan.
Hal itu disampaikan Kasman saat dimintai tanggapannya terkait kondisi Kota Medan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu (15/8/2026).
“Refleksi kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Merdeka bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang mudah, kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan ekonomi,” ujar Kasman.
Ia menegaskan, kemerdekaan akan semakin bermakna apabila masyarakat, khususnya mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, pekerjaan serta kehidupan ekonomi yang layak.
Dalam bidang pendidikan, Kasman menilai pemerataan akses masih menjadi salah satu tantangan yang harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan. Pemerintah harus memastikan seluruh anak, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu, memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.
Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan perlu dilakukan secara merata, terutama di kawasan yang masih mengalami keterbatasan fasilitas sekolah. Dukungan terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu juga harus diperkuat agar tidak ada generasi muda yang terpaksa putus sekolah akibat persoalan ekonomi.
“Jangan sampai ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi atau keterbatasan akses pendidikan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun Kota Medan,” katanya.
Di sektor kesehatan, Kasman mendorong agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.
Meski berbagai perubahan telah dilakukan Pemerintah Kota Medan, menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan harus terus menjadi perhatian.
“Kita terus memberikan dorongan kepada Pemerintah Kota Medan agar kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, terus ditingkatkan. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses pembiayaan kesehatan dengan pelayanan yang berkualitas,” harapnya.
Sementara di sektor ekonomi, Kasman mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pedagang kecil, pelaku usaha informal serta masyarakat berpenghasilan rendah mendapat ruang yang lebih luas untuk berkembang.
Menurutnya, pembangunan ekonomi Kota Medan tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga harus mampu menciptakan pemerataan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“UMKM dan pelaku usaha kecil, termasuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sangat rentan, merupakan bagian penting dari perekonomian Kota Medan. Mereka bisa menjadi bagian dalam menyelesaikan persoalan ekonomi, dengan syarat mendapatkan kemudahan akses permodalan, pelatihan, pendampingan dan akses pasar,” ujarnya.
Terkait ketersediaan lapangan pekerjaan, Kasman mendorong Pemko Medan melakukan terobosan konkret untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Ia menilai, pemerintah perlu memperkuat iklim investasi, mendorong pertumbuhan sektor usaha dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan harus menjadi perhatian bersama agar kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh warga Medan,” pungkasnya.
reporter | Thamrin Samosir

