topmetro.news, Taput – Satika Simamora melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat setelah dipercaya DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Utara menduduki jabatan Wakil Ketua Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura Masa Bakti 2026–2031.
Motivator
Satika yang akrab disapa dengan Bunda, sosok yang selalu melepas senyum, mengenggam tangan dengan hangat membangkitkan harapan.
Bagi ribuan penenun ulos, petani, pelaku UMKM, kaum ibu, penyandang disabilitas, yatim piatu, hingga warga yang kurang mampu, Satika Simamora bukan sekadar tokoh perempuan. Ia adalah teman yang hadir, pendengar yang tulus, dan pelindung yang tak kenal lelah. Ia tampil sebagai motivator.
Dipercaya
Kini, kerja tulusnya mendapat kepercayaan yang lebih luas. Satika Simamora resmi dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura Pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Utara Masa Bakti 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (9/9/2026), dipimpin langsung Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.
Dalam kepengurusan baru ini, Gus Irawan Pasaribu dipercaya sebagai Ketua DPD HKTI Sumut, Muhammad Syah sebagai sekretaris, dan Kamsir Aritonang sebagai bendahara.
Bersamaan dengan itu, turut dilantik pula pengurus DPC HKTI di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Berbaur
Satika dikenal luas sebagai istri dari Nikson Nababan, Bupati Tapanuli Utara dua periode (2014 – 2019 dan 2019 – 2024).
Mengemban tugas masa dua periode itu, ia tidak pernah membiarkan dirinya hanya berdiri di balik bayang-bayang jabatan. Ia terus melangkah turun ke tengah masyarakat, menyentuh langsung kehidupan warga, berusaha memahami setiap persoalan yang dihadapi, dan mencari jalan keluar bersama mereka.
Bersama para perajin, ia masuk ke dapur para penenun. Bersama kaum ibu, ia duduk mendengarkan cerita mereka. Bersama anak-anak yang berjuang melawan penyakit, ia hadir menemani.
Terobosan
Semasa menjabat sebagai Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Satika membuat terobosan. Ia mengangkat Ulos dari sekadar kain adat menjadi mata pencaharian yang bermartabat.
Ia membuka akses pasar, melatih keterampilan, dan memastikan setiap benang yang ditenun membawa kesejahteraan nyata bagi keluarga penenun.
Peduli Anak
Sebagai Bunda PAUD saat itu, ia peduli terhadap pertumbuhan anak. Memastikan anak-anak di pelosok desa tetap mendapat tempat untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.
Sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Tapanuli Utara, ia menjadi pendamping setia. Bukan sekadar mengirim bantuan, tetapi hadir secara langsung, menenangkan, dan membagi beban mereka yang sedang berjuang maupun berduka.
Harkat Petani
Dan bagi para petani, ia selalu hadir mendengarkan keluh kesah di ladang, memahami betul bagaimana rasanya bergantung pada tanah, hujan, dan harga yang kerap tak menentu.
Langkah Satika Simamora ke jajaran HKTI Sumut adalah bentuk pengabdian yang tidak pernah terbuang. Ketika seseorang hidup bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mengangkat harkat dan derajat petani, ia tidak hanya memegang jabatan, ia memegang kepercayaan yang jauh lebih berharga.
Tiga Pilar
Di amanah barunya, Satika menegaskan tiga pilar prioritas yang akan dijalankan.
Hilirisasi Komoditas: Mendorong pengolahan produk unggulan daerah seperti kopi, kakao, dan kelapa agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Regenerasi Petani: Menyiapkan generasi muda dan milenial agar tertarik dan bertahan di sektor pertanian, mengingat mayoritas petani saat ini berusia lanjut.
Penguatan Akar Rumput: Memperkokoh struktur organisasi mulai dari tingkat kelompok tani, agar suara petani benar-benar didengar dan diperjuangkan.
Membawa Suara yang Sering tak Didengar
“Tanah ini memberi kita kehidupan, maka tugas kita menjaga dan memakmurkan mereka yang merawatnya,” ujar Satika Simamora usai pelantikan, kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
“Dengan amanah ini, saya tidak membawa kepentingan pribadi. Saya membawa suara petani, pelaku usaha kecil, ibu-ibu yang berusaha mandiri, suara mereka yang sering tak didengar,” tegasnya.
Ia berjanji tidak melupakan akar. “Saya tetap dekat, tetap mendengar, dan bekerja menyatukan kekuatan pertanian, kerajinan, serta UMKM agar saling menguatkan. Petani tidak boleh hanya menjadi penanam, mereka harus menjadi pemilik hasil, yang sejahtera dari tanah yang mereka cintai,” ujarnya.
Satika pun menambahkan pesan yang menyentuh. “Tetap berbuat kebaikan, jangan lelah. Di mana pun kita ditempatkan, tetaplah berbuat kebaikan dan kebenaran. Terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan kita, tetap dampingi, dan berikan solusi,” pungkasnya.
Langkah Satika Simamora ke jajaran HKTI Sumut adalah bentuk tekad untuk melanjutkan pengabdian untuk neger dan selalu tercermin tulus.
reporter | Jansen Simanjuntak

