topmetro.news, Medan – DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat pleno usai menerima Surat Keputusan (SK) Kepengurusan periode 2026-2030. Rapat digelar di Kantor DPD Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Selasa (15/9).
Rapat pleno tersebut mengusung tiga agenda pokok, yakni pengenalan struktur pengurus, pembentukan panitia pelantikan, serta pembentukan badan-badan di struktur Partai Golkar. Sebanyak 186 orang diperkenalkan dalam sidang pleno tersebut.
Sidang pleno dipimpin langsung oleh Ketua DPD Golkar Sumut, Andar Amin Harahap, didampingi Sekretaris Viktor Silaen, Bendahara Mula Rotua Siregar, dan Wakil Ketua Organisasi Rolel Harahap.
Andar Amin Harahap mengungkapkan, dalam agenda pelantikan mendatang, pihaknya akan melaksanakan tiga kegiatan sekaligus, yakni Pelantikan Pengurus DPD Golkar Sumut 2026-2030, Bimbingan Teknis (Bimtek), dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Golkar Sumut.
“Setelah pelaksanaan rapat pleno ini, ada beberapa agenda yang telah kita tetapkan. Pertama, pembentukan panitia pelantikan sekaligus Bimtek dan pelaksanaan Rakerda. Kedua, pembentukan badan dan lembaga di Partai Golkar, serta evaluasi beberapa Pelaksana Tugas (Plt) terkait program-program yang telah disampaikan,” ujar Andar.
Ia menambahkan, usai rangkaian agenda tersebut, konsolidasi partai akan berlanjut hingga ke tingkat bawah. “Harapan ke depan, kita akan melaksanakan konsolidasi mulai dari pelaksanaan Musda tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ke tingkat desa. Itulah beberapa agenda yang telah kita putuskan,” sambungnya.
Menanggapi pertanyaan soal proses yang dinilai berlangsung lama dibanding daerah lain, Andar menegaskan tidak ada dinamika khusus di internal partai.
“Sebetulnya tidak ada dinamika, ini adalah hal yang wajar. Kalau kita bandingkan, beberapa provinsi lain juga mengalami hal serupa,” kata Andar.
Ia menyebut, bahkan daerah yang melaksanakan Musda lebih awal dari Sumut pun hingga kini SK-nya belum juga terbit. “Jadi mungkin ini hanya soal sistem ataupun waktu saja,” jelasnya.
Andar juga membantah adanya tarik-menarik kepentingan dalam penyusunan komposisi pengurus. Ia menegaskan seluruh nama disusun berdasarkan pertimbangan objektif.
“Tidak ada terkait dengan jabatan tarik-menarik. Komposisi pengurus hari ini objektif, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan organisasi Partai Golkar. Saya garis bawahi, komposisi ini objektif, sesuai kapabilitas, kemampuan, dan kebutuhan Partai Golkar,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan wartawan soal jumlah pengurus yang diusulkan sebelumnya mencapai 200-an nama namun hanya 186 yang ditetapkan, Andar memastikan hal itu tidak akan berdampak pada nama-nama yang tidak masuk struktur.
“Tidak ada pengaruhnya, karena seperti yang disampaikan, kita diberikan kewenangan8 oleh DPP untuk menyalurkan rekan-rekan yang tidak masuk kepengurusan. Mereka akan kita tempatkan di badan dan lembaga yang secara aturan sah ada di Partai Golkar. Jadi tidak ada yang terbuang, semua potensi yang ada akan kita rangkum,” ujarnya.
Ia turut menegaskan komitmennya untuk bersikap objektif dengan mengevaluasi kinerja pengurus ke depan. “Saya akan objektif. Setelah ini akan melakukan evaluasi bagi para pengurus yang memang tidak konten atau tidak aktif. Insya Allah itu juga akani menjadi bahan pertimbangan kita untuk melakukan evaluasi ke depannya,” pungkasnya.
Sementara secara terpisah Sekretaris Golkar Sumut Rolel Harahap didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi mengatakan , Golkar Sumut akan membentuk
Badan Penelitian dan Pengembangan , Badan Advokasi Hukum dan HAM, Badan Saksi Nasional. Untuk Lembaga ada. Lembaga Komunikasi dan Informasi, Lembaga pengembagan Kreatifatsi dan Inovasi.
Untuk Pleno Menyusun Dewan- dewan , kata mereka, ada Dewan Pakar, Dewan Kehormatan , Dewan Penasehat, dan Dewan Pertimbangan, ujar pengurus Golkar ini.
Pemulis Erris

