topmetro.news, Asahan – Memperingati Hari Tani Nasional, Dewan Pengurus Cabang Serikat Petani Indonesia (DPC SPI) Asahan gelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Asahan, Kamis (24/9).
Tampak hadir Bupati Asahan, Kapolres Asahan, Kepala BPN Asahan, OPD dan ratusan anggota SPI.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW SPI Sumut Jubaidah Tambunan dan Ketua DPC SPI Asahan Binsar Daniel Manurung secara bergantian menyampaikan orasi.
“Ketua SPI Asahan menilai persoalan agraria tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan administratif dan legalisasi semata. Penyelesaian konflik tanah, harus memberikan kepastian dan keadilan bagi petani, menghentikan kriminalisasi terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah”, kata Binsar.
Binsar meminta, BPN harus memastikan kebijakan pertanahan berjalan sesuai UU No 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok pokok agraria.
“SPI Asahan menegaskan bahwa tanah harus memberikan manfaat bagi rakyat, khususnya petani yang menggantungkan kehidupan dan masa depannya dari tanah”, kata Binsar.
Jubaidah menyatakan negara dinilai perlu hadir dalam penyelesaian konflik agraria, memberikan kepastian hukum terhadap tanah perjuangan petani, serta menjalankan reforma agraria yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan petani.
Jubaidah menyampaikan beberapa tuntutan : legalisasi lahan perjuangan SPI, segera menyelesaikan konflik tanah, mengedepankan keadilan bagi petani dan masyarakat, menghentikan kriminalisasi terhadap petani yang sedang memperjuangkan hak atas tanah dan ruang hidupnya, jalankan UU No 5 tahun 1960, jalankan reforma agraria sejati sebagai jalan mewujudkan keadilan agraria, kesejahteraan petani dan kedaulatan rakyat atas tanah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi menyampaikan pemerintah daerah masih menunggu petunjuk pelaksanaan terkait aturan agraria yang telah disahkan pemerintah pusat.
“Setelah petunjuk pelaksanaan diterbitkan, pemerintah daerah akan menjalankan ketentuan sesuai peraturan, termasuk langkah langkah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah”, kata Bupati.
Bupati mengajak kelompok tani dan pemerintah mencari solusi dalam penyelesaian persoalan agraria. Pembahasan bersama sangat penting, agar setiap keputusan yang diambil tidak dilakukan secara sepihak. Pemerintah bersama kelompok tani dapat merumuskan langkah-langkah penyelesaian berdasarkan peraturan, agar bapak dan ibu juga tidak menyalahi aturan.
Bupati mengucapkan terima kasih kepada SPI yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung. Selamat ulang tahun kepada SPI dalam momentum Hari Tani Nasional.
Reporter | Indra

