topmetro.news, Stabat – Sekelompok massa yang mengatasnamakan kontraktor lokal menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (2/10/2026) pagi, di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Langkat. Dalam orasinya, mereka mendesak transparansi terkait pengadaan paket proyek APBD Langkat TA 2026.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberepa poin terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Langkat. Salah satunya perihal pekerjaan yang sudah habis di bagikan, namum belum ditayangkan di sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).
“Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat harus memberi klarifikasi kepada publik, terkait pernyataannya mengenai paket pekerjaan yang sudah habis dibagi-bagi. Kalau sudah habis, mengapa tidak ditayangkan di LPSE. Paket pekerjaan itu habis, diberikan kepada siapa. Plh Kadis harus transparan,” ketus Roni, salah seorang orator dalam aksinya yang mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti untuk segera mencopot Plh Kadis P dan P Sinarta Sitepu dari jabatannya. Karena mereka menilai, Sinarta tidak becus dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Kami juga meminta, agar Plt Bupati Langkat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan di Dinas P dan P, sesuai dengan ketenetuan perundang-undangan,” ujar Roni.
Tak berapa lama pihak rekanan lokal berorasi, akhirnya mereka ditemui Sekretaris Dinas Pendidikan, Robert Ginting. Dalam kesempatan itu, Robert menyampaikan jika dirinya merupakan utusan Plh Kadisdik Sinarta, yang saat ini sedang tugas luar.
“Saya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, hanya bisa menerima aspirasi dan tuntutan kawan-kawan. Nanti, apa semua tuntutan kawan-kawan, akan saya sampaikan ke beliau,” ujar Robert.
Usai berorasi di Disdik Langkat, massa bergerak ke Kantor Bupati Langkat untuk melanjutkan aksinya. Di sana, mereka kemudian disambut Asisten III Pemkab Langkat Sutrisuanto dan Staf Ahli Pemkab Langkat Tengku Auzai.
Di sana, massa mendesak agar Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menemui dan mendengar langsung aspirasi mereka. Namun karena berhalangan, Tiorita tak bisa hadir menemui massa.
“Saya sudah komunikasi dengan Bu Tiorita, namun ada keluarga beliau yang meninggal dunia. Jadi beliau tidak bisa hadir menemui bapak-bapak di sini. Insya Allah Senin nati beliau baru ada waktu,” ujar Sutris kepada massa yang berorasi.
Namun Roni meminta agar Sutris kembali menelpon Tiorita Br Surbakti untuk mendengar langsung aspirasi mereka. Sutrisuanto coba menuruti keinginan pendemo untuk menghubungi Plt Bupati Langkat Tiorita melalui video call WhatsApp.
Setelah dicoba 2 kali, panggilan telepon tersebut tidak mendapat jawaban.
Sesaat setelah itu, massa kemudian membubarkan diri. Mereka juga mendesak agat aparat penegak hukum (APH) terus memantau proses lelang proyek di Dinas P dan P Langkat.
Pro dan Kontra
Aksi massa yang menamakan diri sebagai Pengusaha Kontraktor Lokal yang dimotori BPC Gapensi Langkat tersebut, menimbulkan pro dan kontra diantara rekanan kontraktor lainnya.
Bahkan beberapa dari para kontraktor lain yang enggan disebutkan nama dan identitasnya dalam pemberitaan tersebut mengatakan, jika aksi ini dimotori pihak-pihak yang pada tahun lalu disebut-sebut menguasai mayoritas paket-paket proyek Penunjukan Langsung (PL) di Dinas Pendidikan Langkat.
Namun, ujar mereka, setelah Pemkab Langkat dipimpin oleh Plt. Bupati Tiorita, sekarang mereka baru merasakan bagaimana perasaannya jika perusahaan mereka tidak mendapatkan paket proyek di Dinas Pendidikan Langkat.
“Mayoritas rekanan di Langkat pasti merasakan jika pada musim tender pengadaan sebelumnya, banyak yang gak kebagian paket proyek. Kami dulu juga mendapatkan alasan, jika paket proyek di Dinas Pendidikan sudah habis. Saat itu, kalau pun kami mendapatkan paket pekerjaan, itu hasil membeli dari perusahaan kawan-kawan,” ujar mereka, Jumat (2/10/2026) di Stabat.
Dalam kesempatan itu, para rekanan ini juga mempertanyakan tupoksi sosok salah seorang yang disebut-sebut berstatus pegawai P3K di Sat Pol.PP Unit Pemadam Kebakaran Langkat. Oknum tersebut, dituding malah terlihat bersuara paling keras saat melakukan aksi bersama para rekanan yang melakukan aksi, khususnya saat mereka menemui Plh. Kadisdik Langkat.
Saat ditanyakan nama oknum pegawai P3K yang dimaksudkan, rekanan tersebut hanya menyebutkan inisial A, dan meminta agar media ini mencari tahu kepada rekan-rekan konstruksi yang ikut dalam aksi.
“Coba tanyakan, apa kapasitas dia? Kan aneh juga. Masak seseorang yang masih berstatus sebagai pegawai P3K, kok sibuk menanyakan paket proyek,” ujar mereka.
Terpisah, Plh Kadis Pendidikan Langkat Sinarta, saat dikonfirmasi terkait adanya aksi para rekanan yang memakan sebagai pengusaha konstruksi lokal, membenarkannya.
Bahkan, Sinarta menerangkan jika dirinya telah menemui para rekanan yang melakukan aksi.
“Oh.., iya. Sudah ketemu tadi di ruangan kantor. Intinya, kami hanya berbincang-bincang aja. Maklumlah, sy ini posisinya masih Pelaksana Harian (Plh). Masih belum memiliki kapasitas terkait masalah proyek-proyek. Jadi, sebenarnya saya juga bingung mau bagaimana lagi. Makanya saya bilang, proyek gak ada, udah habis,” ujarnya sembari tertawa.
reporter | Rudy Hartono

