Kecamatan Besitang ‘Dihantui’ Banjir, Pagi ini Ketinggian Air di Beberapa Desa Naik 40-50 Cm

topmetro.news, Langkat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat dari Hari Minggu (11/10/2026) sekira pukul 22.30 WIB hingga Senin (12/10/2026) siang, membuat beberapa kecamatan mengalami banjir.

Perkembangan sementara situasi banjir khususnya di Kecamatan Besitang, Senin (12/10/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, Forkopimcam Besitang melaporkan terkait perkembangan kondisi ketinggian air di beberapa dusun.

Di antaranya, di Dusun Aras Napal Kanan dan Kiri Desa Bukit Mas, dilaporkan ketinggian air di wilayah Hulu terus meningkat. Di Resort Aras Napal dilaporkan kenaikan air bertambah sekitar 50 cm dibandingkan pagi hari. Kondisi yang saat ini masih diguyur hujan, debit air diperkirakan masih berpotensi meningkat.

Sementara di Desa Sekoci, ketinggian air terus bertambah, dengan laporan kenaikan sekitar 40 cm dibandingkan kondisi banjir sebelumnya.

Dalam laporannya, Forkopimcam Besitang mengingatkan, di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Besitang, masyarakat yang bermukim di wilayah bantaran sungai dan dataran rendah, diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air.

Sementara di Kelurahan Kampung Lama, persisnya di Lingkungan 4 pagi ini, Senin (12/10/2026) debit air sudah mencapai 10-30 Cm, dan Jalan Datuk Johan Pahlawan, mulai tergenang air.

Wilayah Terdampak dan Pengungsian

Bertambahnya debit air akibat curah hujan berkepanjangan, untuk Dusun Aras Napal Kiri kondisi air telah memasuki kawasan Kampung Karo, dekat Titi Gantung. Warga setempat dilaporkan telah mengungsi.

Sedangkan Dusun Aras Napal Kanan, sejumlah warga di sekitar kawasan SD juga dilaporkan telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari risiko terjebak banjir.

Selanjutnya kondisi di Dusun Sidodadi, warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi di kawasan perbukitan Dusun Sidodadi. Sementara kondisi di Dusun V Seijambu, warga telah mengungsi sementara di masjid.

Kerusakan Infrastruktur

Dalam laporan sementara yang diterima media ini, Forkpimcam Besitang juga melaporkan, jika titi/jembatan di depan rumah warga bernama Tumpal Sitorus, dilaporkan ambruk akibat tergerus arus banjir. Sehingga, warga bergotong royong memasang papan seadanya untuk membantu penyeberangan kendaraan roda dua antara Dusun Pantai Pulo dan Dusun Sukaramai.

Saat ini, di Aras Napal, air sungai dilaporkan telah mencapai atau melampaui tebing pelindung di sekitar beronjong Titi Gantung. Di Aras Napal Kiri, listrik dilaporkan padam akibat pohon tumbang yang menimpa dan memutus kabel listrik. Sementara itu, kondisi listrik dan sinyal di Aras Napal Kanan dilaporkan masih aman.

Kebutuhan dan Kesiapsiagaan

Akibat semakin tingginya debit air, disampaikan kepada Sekda Langkat dan BPBD Kabupaten Langkat, perlunya ketersediaan makanan, obat-obatan, selimut, dan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Saat ini, Camat dan Fokopimcam Besitang telah membuka posko bantuan disamping kantor camat, dan terus mengkoordinasikan pemantauan informasi dari wilayah hulu hingga hilir di seluruh desa dan kelurahan.

“Khususnya yang berada di sepanjang DAS Besitang dan kawasan dataran rendah, diminta meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan perkembangan kondisi air, pengungsian, kerusakan infrastruktur, dan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Camat Besitang Restra Yudha, dalam surat laporannya.

Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Langkat, dr. M. Ansyari MKes mengatakan jika tim dari BPBD sejak malam tadi sudah berada di lokasi terdampak banjir di Kecamatan Besitang, khususnya di Sekoci, dan Dusun Aras Napal.

“Saat ini, pihak BPBD dan Dinas Sosial, telah siaga bergerak ke wilayah terdampak banjir, dengan membawa perbekalan yang dibutuhkan warga, termasuk bantuan makanan siap saji. Sejak malam tadi, tim kita sudah berada di lokasi terdampak,” ujar Ansyari.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment