topmetro.news, Langkat – Pemerintah Kabupaten Langkat mengajak masyarakat meneladani perjuangan dan menghidupkan warisan keilmuan Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan Plt. Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, H. Amril SSos MAP, saat menghadiri peringatan Haul ke-103 Tuan Guru Babussalam di Desa Babussalam Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Amril menyampaikan bahwa peringatan HAUL tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk mengenang sosok ulama, tetapi juga momentum untuk mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskannya.
“Mari kita jadikan keteladanan Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai inspirasi untuk memperkuat keimanan, memperluas ilmu, dan mempererat persaudaraan. Warisan ilmu agama yang telah beliau tinggalkan, harus terus kita rawat dan hidupkan melalui manfaat nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan Besilam Babussalam sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ajaran Islam merupakan bagian penting dari identitas religius Kabupaten Langkat. Karena itu, nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, dan warisan spiritual yang tumbuh di kawasan tersebut perlu terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat.
Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan dikenal sebagai ulama besar, ahli fikih, sufi, sekaligus pemimpin Tarekat Naqsyabandiyah yang berpengaruh pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Beliau lahir di Kampung Danau Runda, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada 19 Rabiul Akhir 1230 Hijriah atau 28 September 1811. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau mendirikan dan mengembangkan Babussalam di Langkat sebagai pusat zikir, ibadah, pendidikan, serta pengembangan ajaran Tarekat Naqsyabandiyah.
Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan wafat di Babussalam pada Jumat, 21 Jumadil Awal 1345 Hijriah atau 27 Desember 1926, dalam usia sekitar 115 tahun. Tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk mengenang wafatnya Tuan Guru pertama sekaligus menghormati jasa dan perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Islam.
Babussalam, yang juga dikenal sebagai Besilam dan bermakna Gerbang Kedamaian, hingga kini tetap menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan, zikir, dan pendidikan Islam di Kabupaten Langkat. Kawasan ini menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah dan jamaah dari mancanegara untuk berziarah, menimba ilmu, serta mengikuti kegiatan keagamaan.
Melalui peringatan Haul ke-103 ini, Pemkab Langkat berharap nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, keilmuan, dan perjuangan Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, terus diwariskan kepada generasi penerus. Selain menjaga tradisi keagamaan, momentum ini diharapkan semakin memperkuat persaudaraan dan meneguhkan identitas Langkat sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas dan kedamaian.
Turut hadir seluruh Kepala Dinas, Kepala Badan, Kabag, Staf, serta Asisten jajaran Pemkab Langkat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung, Camat Padang Tualang Muhammad Izwanda, Kapolres Langkat Hannry P.H Tambunan, Ketua MUI Kabupaten Langkat Zulkifli Ahmad Dian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat Ainul Aswad, serta tokoh agama, para tuan guru, jamaah, dan masyarakat.
reporter | Rudy Hartono

