Disiksa Security RS Adam Malik, Warga Medan Johor Opname

TOPMETRO.NEWS – Suhendro (28) warga Jalan Karya Jaya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamtan Medan Johor harus menahan sakit akibat dianiaya beberapa orang security Rumah Sakit H Adam Malik Medan. Akibat penganiayaan itu, korban pun terpaksa diopname di salah satu Rumah Sakit di kawasan Delitua.

Informasi yang didapat Senin (30/10) kejadian yang dialami korban terjadi Sabtu (28/10), dini hari sekira pukul 01.30 WIB.

Saat itu, korban pulang menumpangi angkot. Disebabkan, angkot yang ditumpangi korban sampai di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan. Karena sudah kemalaman, korban pun tertidur di salah satu bangku besi di Rumah Sakit di lantai II. Kemudian, 2 orang security yang tidak diketahui namanya langsung mendatangi korban sambil mengatakan: ”Ngapain kau tidur di situ, turun kau!” kata korban menirukan perkataan pelaku. Selanjutnya, korban pun turun.

Ketika korban sampai di lantai bawah kedua security langsung menendang korban hingga tersungkur. Korban pun di bawa ke belakang Rumah Sakit.

Disana, korban mengaku disiksa beberapa orang securiy yang tidak diketahui identitasnya.

Seluruh tubuh korban menderita luka-luka, bukan itu saja telinga kiri korban pun berdengung hingga sulit mendengar. Sabtu pagi korban pun pulang ke rumah dengan berjalan kaki, seluruh tubuh menahan sakit dan harus berjalan dalam keadaan membungkuk.

Sesampainya di rumah, orang tua korban pun bertanya: “Kenapa kau, kok pucat kali mukamu?”

Korban pun menjawab aku disiksa Satpam RS H Adam Malik.

Mendengar perkataan korban, keluarga pun jadi kalang kabut dan langsung menghubungi abang, kakak dan adik korban.

Sabtu siang, korban pun dibawa ke Polsek Delitua, sesampainya di kantor Polisi korban pun menceritakan semuanya kepada petugas.

Itu pun, bicara korban dalam keadaan linglung. Selesai membuat laporan, korban pun dibawa ke ruang penyidik. Sesampainya di ruang penyidik, lagi-lagi korban tidak dapat berbicara karena siksaan dari security Rumah Sakit H Adam Malik Medan.

Takut terjadi sesuatu kepada korban, akhirnya pihak keluarga membawa korban opname untuk memulihkan keadaan korban. Akibat penganiayaan yang dilakukan beberapa orang security Rumah Sakit H Adam Malik Medan. Korban mengalami luka di sekujur tubuhnya, akibat bekas pijakan. Bukan itu saja, telinga korban mengeluarkan darah dan diduga korban akan mengalami pekak (tidak bisa mendengar lagi).

“Dirinya tidak senang anaknya disiksa seperti binatang, saya akan menempuh jalur hukum atas siksaan terhadap anak saya,” kata ayah korban, Sumarli kepada wartawan.

”Hingga kini anak saya masih opname, akibat siksaan para security Rumah Sakit Adam Malik,” ucap korban kesal.

Kapolsek Delitua Kompol Arifin Marpaung SH, ketika dikonfirmasi melalui salah seorang petugas membenarkan adanya laporan korban penganiayaan itu.

Sayangnya Humas RS Adam Malik Masahadat Ginting ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, tentang penganiayaan itu belum meresponsnya. (TM-08)

 

Related posts

Leave a Comment