You are here
Berpotensi Mematikan, Simak Prediksi Lokasi Jatuhnya Satelit Tiangong-1 Internasional 

Berpotensi Mematikan, Simak Prediksi Lokasi Jatuhnya Satelit Tiangong-1

topmetro.news – Satelit luar angkasa buatan Cina, Tiangong-1, diperkirakan akan jatuh pekan ini, dengan membawa bahan kimia beracun yang berpotensi menimbulkan kematian di Bumi.

Menurut laman WJLA Washington, satelit tersebut mengandung hidrazin berbahaya, cairan tanpa warna yang digunakan sebagai bahan bakar roket. Jika manusia atau hewan terkena cairan tersebut akan mengakibatkan dermatitis atau peradangan pada kulit.

Astrofisikawan dari Universitas Harvard Jonathan McDowell, mengatakan bahwa setiap tahun pasti terjadi beberapa hal seperti ini. “Tapi Tiangong-1 besar dan padat sehingga kita perlu mengatasinya,” kata dia, seperti dilansir laman Exspress.co.uk.

Masalah Serius

Beberapa minggu terakhir, kata McDowell, pembicaraan mengenai Tiangong-1 semakin serius. Dia menebak bahwa beberapa potong puing akan menabrak bumi dan sulit mengetahui di mana akan mendarat.

Otoritas antariksa Cina menyampaikan bahwa Tiangong-1 telah mengalami kerusakan dan tidak dapat dikontrol sejak 16 Maret 2016. Selama masa operasionalnya, Tiangong-1 telah memberikan kontribusi penelitian antariksa bagi Cina sejak diluncurkan tahun 2011 dari Juquan Satellite Launch Center.

Para ahli memprediksi satelit tersebut akan menabrak bumi antara tanggal 30 Maret dan 6 April 2018. Sekitar 10 sampai 40 persen puing-puing kemungkinan jatuh ke Bumi dengan kandungan zat berbahaya.

Ancam USA, Eropa, dan Asia

Satelit itu memiliki massa 8,5 metrik ton, berukuran sekitar 34 kaki (10,4 meter) dengan diameter sekitar 11 kaki (3,4 meter). Beberapa kota yang paling mungkin terkena dampaknya adalah Amerika termasuk Boston, Detroit, Philadelphia, Des Moines, Milwaukee, dan Salt Lake City.

Selain itu, Barcelona, Beijing, Chicago, Istambul, Roma dan Toronto juga kemungkinan terkena dampaknya. Karena kota-kota tersebut terletak di sekitar 43 derajat garis lintang utara dan selatan.

Akhir Pekan Paskah

Laporan terbaru Badan Antariksa Eropa ESA akhir pekan lalu memperkirakan stasiun antariksa Cina yang berada di luar kendali, Tiangong-1, akan menghantam Bumi pada akhir pekan Paskah.

Lebih tepatnya, Kantor Puing Angkasa ESA memperkirakan Tiangong-1 akan menghantam belahan Bumi utara antara 30 Maret dan 2 April. Perkiraan sebelumnya, stasiun yang diduga membawa bahan kimia yang sangat beracun itu akan memasuki orbit Bumi pada 3 April.

Sementara prediksi lokasi jatuhnya, masih belum terlalu berubah dari prakiraan sebelumnya, yakni sekitar 43 derajat lintang utara dan 43 derajat lintang selatan, yang termasuk kota-kota berpenduduk padat seperti New York, Barcelona, Beijing, Chicago, Istambul, Roma, dan Toronto.

Banyak Prediksi

ESA mengatakan perkiraan tanggal peristiwa hantaman itu sangat bervariasi, dan para ahli mereka akan memberikan perkiraan yang direvisi setiap beberapa hari.

Sementara itu, perhitungan terbaru yang dilakukan oleh The Aerospace Corporation menunjukkan rentang waktu yang lebih luas. Perusahaan itu mengatakan bahwa Tiangong-1 akan menabrak Bumi antara 29 Maret dan 4 April, dan kemungkinan besar pada 1 April.

Tiangong-1, yang berarti Istana Surgawi, adalah laboratorium antariksa pertama Cina. Dengan perkiraan massa 8,5 metrik ton, stasiun modul tunggal ini berukuran panjang 34 kaki (10,4 meter) dan memiliki diameter sekitar 11 kaki (3,4 meter). Pesawat luar angkasa ini diluncurkan pada September 2011. (TM-RED)

sumber: tempo.co

297 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment