You are here
Apartemen Rajib Digerebek, Mahathir dan Anwar Bahas Kabinet Internasional 

Apartemen Rajib Digerebek, Mahathir dan Anwar Bahas Kabinet

topmetro.news – Beberapa jam setelah mengumumkan kabinet baru Malaysia, PM Malaysia Mahathir dan Anwar menggelar pertemuan. Anwar Ibrahim adalah mantan musuh Mahathir Mohamad yang berubah menjadi sekutu.

Pertemuan yang digagas para pemimpin Koalisi Pakatan Harapan itu disebut-sebut membahas penunjukkan menteri untuk tujuh posisi kabinet yang belum diisi.

Pertemuan itu digelar di RS Rehabilitasi Cheras di mana Anwar mendapatkan perawatan, Sabtu malam (12/3/2018).

“Saya dapat memastikan bahwa perdana menteri mengadakan pertemuan dengan Anwar pukul 5 sore. Tetapi saya tidak tahu perinciannya karena saya tidak ikut membahasnya,” kata Wakil Presiden PKR Tian Chua yang turut hadir dalam pertemuan itu, seperti dikutip New Straits Times.

Tujuan pertemuan ini berkaitan dengan penunjukan menteri kabinet baru Pakatan Harapan yang nama-namanya akan segera diumumkan.

Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Keuangan Lim Guan Eng, Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail, Menteri Besar Selangor Datuk Seri Azmin Ali, Wakil Presiden PKR Nurul Izzah Anwar dan anggota parlemen Zuraida Kamaruddin.

Mahathir kemarin sudah mengumumkan menteri untuk pos-pos kunci menteri keuangan, menteri dalam negeri dan menteri pertahanan. Masih ada tujuh jabatan menteri yang lowong.

Polisi Gerebek Apartemen Najib

Sementara itu, polisi pada Sabtu kemarin menggerebek gedung apartemen mewah Kuala Lumpur, tempat keluarga mantan PM Najib Razak tinggal. Petugas menggeledah apartemen itu untuk mencari dokumen penting yang dikhawatirkan akan dibawa ke luar negeri.

Penggerebekan itu dilancarkan pada saat perdana menteri baru Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan telah mencegah Najib meninggalkan Malaysia atas kecurigaan terlibat dalam skandal dana negara 1MDB senilai miliaran dolar. Polisi melakukan penggerebekan setelah menerima laporan adanya kendaraan pemerintah membawa puluhan kardus, yang dipakai untuk memasukkan tas bermerek serta barang lain ke apartemen tersebut untuk istri Najib, Rosmah Mansor.

Sekitar 20 polisi memasuki lobi berlantai marmer di gedung apartemen Pavilion Residences di Kuala Lumpur. Pada saat yang sama, Mahathir sedang berbicara dalam acara jumpa pers untuk mengumumkan anggota-anggota kunci di kabinetnya.

Pendukung Najib Dukung Penggeledahan

Petugas keamanan gedung, yang dimiliki oleh Desmond Lim -pengusaha kaya Malaysia dan pendukung Najib, bersedia membantu. “Kami sedang mencari dokumen-dokumen pemerintah yang kemungkinan telah dibawa secara ilegal,” kata seorang perwira polisi.

Menurut polisi, para anggota Keluarga Najib sebelumnya tinggal di gedung apartemen tersebut. Namun nama-nama mereka tidak disebutkan.

Najib pada Sabtu (12/5/2018) mengatakan ia akan berangkat ke luar negeri selama satu pekan untuk beristirahat. Namun beberapa menit kemudian, Departemen Keimigrasian mengumumkan bahwa Najib dan istrinya telah dilarang meninggalkan Malaysia.

Mahathir, yang pada Kamis dilantik sebagai perdana menteri, telah menyatakan tekad untuk menyelidiki menghilangnya miliaran dolar dari dana negara 1Malaysia Development Berhard (1MDB), yang dibentuk oleh Najib.

Menurut dokumen-dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat, dana sebesar 681 juta dolar dari 1MDB telah dialirkan ke rekening pribadi seseorang yang disebut dengan Pejabat Nomor Satu Malaysia. Sumber-sumber AS dan Malaysia memastikan bahwa seseorang itu adalah Najib.

Najib mengatakan bahwa simpanan bank itu merupakan sumbangan dari seorang anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi, yang tidak disebutkan namanya dan telah dikembalikan dalam jumlah besar. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

257 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment