You are here
Tragedi KM Sinar Bangun, Pencarian Korban Dihentikan, Dibangun Monumen Daerah 

Tragedi KM Sinar Bangun, Pencarian Korban Dihentikan, Dibangun Monumen

Topmetro.News – Ini perkembangan terbaru dari tragedi KM Sinar Bangun. Pencarian ratusan orang korban yang hingga kini belum berhasil dievakuasi akhirnya dihentikan. Keputusan dihentikannya pencarian korban KM Sinar Bangun yang karam di perairan Danau Toba dua pekan lalu itu disepakati usai digelar pertemuan antara pihak keluarga dengan sejumlah pihak terkait di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Simalungun, Minggu (1/7/2018).

Selain keluarga korban, sejumlah pihak yang hadir di sana diantaranya, Basarnas, KNKT, Jasa Raharja, Polres Simalungun, Pemkab Simalungun dan TNI.

Dalam pertemuan itu membahas tentang upaya lanjutan pencarian korban KM Sinar Bangun yang sudah memakan waktu hingga dua pekan (selama lebih 14 hari).

Baca juga: Penemuan Bangkai KM Sinar Bangun didasar Danau Toba

Kepada keluarga korban KM Sinar Bangun, Bupati Simalungun, JR Saragih menjelaskan, upaya untuk menarik kapal ke permukaan memang bisa diupayakan. Akan tetapi, hal itu akan membuat jenasah para korban di bawah kapal rusak. Terlebih, kondisi jenazah sudah pasti telah mengalami pembusukan yang cukup parah.

Keluarga Korban Diminta Agar Ikhlas

Terkait tragedi KM Sinar Bangun, pihaknya mengajak keluarga korban untuk mengikhlaskan 164 jiwa yang sampai saat ini belum bisa dievakuasi.

”Saya mengajak seluruh bapak dan ibu, mengikhlaskan dari hati kita. Oleh sebab itulah sebagai pemerintah, saya mengajak seluruh keluarga memahami betul kondisi ini,” katanya.

Bupati menekankan, tragedi KM Sinar Bangun itu bukan saja menjadi kepedihan bagi pihak keluarga saja, melainkan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat di Indonesia.

Pencarian Korban Tragedi KM Sinar Bangun Dihentikan

Atas berbagai pertimbangan, pertemuan itu lantas menyepakati pencarian korban akan dihentikan.

Selain itu, Selasa (3/7/2018), rencananya pihak keluarga diajak untuk kembali ke Pelabuhan Tigaras.

Dibangun Monumen Bersejarah

Di sana, kemudian akan dibangun monumen bersejarah di sekitar Tigaras untuk mengenang tragedi yang menyakitkan ini.

baca juga: Mengapa korban KM Sinar Bangun tidak mengapung?

Seperti diberitakan Topmetro.News sebelumnya, KM Sinar Bangun yang sarat muatan tenggelam di perairan Danau Toba ketika sedang berlayar dari Simanindo-Samosir ke Tigaras-Simalungun, dua pekan lalu. Akibat peristiwa itu, ratusan orang dilaporkan hilang, 18 orang selamat dan 5 orang dijadikan tersangka karena dianggap lalai hingga KM Sinar Bangun karam.(tmn)

sumber: pojoksatu

303 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment