Singapura Niat Kembangkan Industri Pariwisata Danau Toba

Industri-Pariwisata-Danau-Toba

Topmetro.News – Singapura berniat untuk kembangkan wisata Sumut secara khusus industri pariwisata Danau Toba. Niat pengembangan industri pariwisata Danau Toba ini disambut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Terlebih Sumut memiliki banyak destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan.

”Sumut punya banyak wisata alam. Diharapkan Sumut dan Singapura dapat bekerjasama untuk pengembangannya,” ujar Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA ketika menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura Mark Low di Medan, Rabu (4/7/2018) di ruang kerjanya. Mark Low yang akan mengakhiri tugasnya sebagai Konjen di Medan, hadir bersama Richard Grosse yang akan menggantikan posisinya sebagai Konjen Singapura di Medan.

Eko Subowo menambahkan, pihaknya akan terus berbenah, khususnya untuk standarisasi angkutan penyeberangan di Danau Toba, sebagai salah satu destinasi wisata nasional.

Pelatihan Nakhoda Kapal Dukung Industri Pariwisata Danau Toba

Bercermin pada tenggelamnya KM Sinar Bangun, peristiwa yang terjadi baru-baru ini, akan dilakukan pelatihan (training) bagi awak kapal maupun nakhoda, khususnya untuk angkutan penyeberangan agar sesuai dengan standar.

“Begitu juga untuk di dermaga. Nanti para awak akan memiliki sertifikasi untuk menghindari kejadian serupa agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Mark Low mengakui pihaknya berniat menjalin kerjasama di bidang pariwisata, termasuk kawasan wisata Danau Toba. “Ke depan kami (Singapura) akan ikut serta dalam pengembangan sektor pariwisata di Sumatera Utara. Potensi wisata alam di Sumut sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini sudah ada perusahaan yang tertarik untuk pengembangan industri pariwisata Danau Toba. Juga memuji pembangunan infrastruktur jalan di daerah ini yang sudah cukup baik. Sehingga memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Sumut.

Richard Grosse sependapat dengan Mark Low. Pihaknya akan terus meningkatkan hubungan kerjasama yang telah dilakukan selama ini. “Keberadaan kami di sini diharapkan dapat mendukung pembangunan di Provinsi Sumatera Utara,” ujar Richard.

Kunjungan Turun Hingga 60 Persen

Sekadar diketahui akibat insiden tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun yang terjadi 18 Juni 2018, berdampak pada kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis hingga 60 persen.

Setidaknya hal itu diakui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro. Kata dia, penurunan terjadi karena banyak wisatawan menunda dan membatalkan kunjungan ke Danau Toba. “Ada beberapa penundaan, termasuk kapal wisata kami. Ada sampai tiga grup tidak jadi berlayar,” kata Ombang kepada wartawan, Rabu (4/7/ 2018) silam.(erris)

Related posts

Leave a Comment