You are here
Usai Asian Games 2018, Tantangan Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo Olahraga 

Usai Asian Games 2018, Tantangan Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo

topmetro.news – Chef de Mission alias CdM Indonesia untuk Asian Games 2018, Komjen Pol Syafruddin, menyebut ujian berat menanti Indonesia usai sukses menyelenggarakan Asian Games 2018. Menurutnya, usai Asian Games 2018 tantangan Indonesia ada di Olimpiade 2020 Tokyo akan menjadi tantangan selanjutnya bagi kontingen Merah-Putih.

“Prestasi Indonesia di Olimpiade 2020 nanti harus lebih baik dari tahun 2016, karena Indonesia sudah berikan prestasi terbaik di Asian Games 2018,” kata Syafruddin di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018) seperti dikutip dari suara.com. Seperti diketahui, Kontingen Indonesia meraih hasil luar biasa di Asian Games 2018. Dengan raihan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu, kontingen Merah-Putih sukses bertengger di posisi keempat klasemen akhir perolehan medali.

Hasil itu juga mencetak sejarah. Secara prestasi, pencapaian di Asian Games 2018 menjadi raihan terbaik bagi Kontingen Indonesia sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games, sejak terakhir kali masuk lima besar pada 1962 silam. Meski mayoritas perolehan medali Kontingen Indonesia, tak di dapat dari cabang olahraga yang terdaftar di Olimpiade, Syafrudin tetap yakin hasil di Asian Games 2018 tetap punya dampak positif untuk tampil baik di Olimpiade 2020 nanti.
“Masih ada dua tahun persiapan dan saya yakin Indonesia bisa mencapai target di Olimpiade,” tutup Syafruddin.

Asian Games 2018 Resmi

Closing Ceremony alias Upacara Penutupan Asian Games 2018, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018) malam, menjadi penanda berakhirnya Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Ahmed Al-Fahad Al-Sabah, berkesempatan hadir untuk memberikan pidato penutupan.

Jika Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pidato dengan cara yang cukup formal, berbeda dengan Sheikh Ahmed. Sambil mengatakan “Indonesia, kalian selalu dihati”, pria asal Kuwait itu menunjukan gestur menarik, dengan merentangkan kedua tangannya membentuk simbol love atau cinta.

Berdiri di atas podium SUGBK, Sheikh Ahmed memberi apresiasi kepada panitia dan masyarakat Indonesia, yang telah mensukseskan Asian Games 2018. “Terimakasih banyak Indonesia, terimakasih Jakarta dan Palembang. Kalian telah membuat mimpi Asia menjadi nyata,” kata Sheikh Ahmed. “Kami sedih karena akan meninggalkan negara yang indah ini. Tapi kami juga bahagia, karena akan membawa ingatan yang hebat tentang kompetisi yang luar biasa. Kami tak akan melupakan kalian,” ujarnya sambil menirukan gestur cinta dengan kedua tangannya.

Tak lupa, Sheikh Ahmed juga mengucapkan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh atlet yang sudah berjuang keras, demi mengharumkan nama negaranya masing-masing. Pria berusia 55 tahun itu juga mengajak seluruh kontingen negara Asia, untuk berjuang menembus persaingan di Olimpiade 2020 Tokyo. “Kami salut kepada para atlet, dengan semangat dan talenta anda, Asia bangga pada kalian. Sekarang maju terus dan tantang dunia di Olimpiade 2020 Tokyo,” kata Sheikh Ahmed.

Terakhir, Sheikh Ahmad kembali menunjukan gestur cinta, seraya mengucapkan perpisahan kepada perhelatan Asian Games 2018. “Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang, energy of Asia, telah berlangsung sukses. Dengan ini saya nyatakan Asian Games 2018 ditutup,” tukasnya.(TM-YOFE)

82 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment