You are here
Bayi Bermata Satu Lahir Tapi Letaknya di Kening Telah Tiada… Daerah 

Bayi Bermata Satu Lahir Tapi Letaknya di Kening Telah Tiada…

Topmetro.News – Bayi bermata satu lahir di Rumah Sakit Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (13/9/2018). Namun kelahiran bayi malang itu sontak mengejutkan dunia nyata dan dunia maya. Bagaimana tidak, bayi bermata satu itu lahir, namun posisi matanya tepat berada di kening. Peristiwa langka itu sempat viral di media sosial seperti facebook, WhatsApp dan Twitter.

Info yang diperoleh menyebutkan, bayi satu mata yang lahir itu berjenis kelamin perempuan. Namun sayang, bayi dimaksud tidak berumur panjang.

Kelahiran Bayi Bermata Satu Dibenarkan Dinas Kesehatan

Menurut Syarifuddin Nasution, Kadis Kesehatan Madina, pihaknya membenarkan adanya bayi lahir dengan kelainan itu. “Ya benar, lahirnya tadi siang di rumahsakit Panyabungan,” kata Syarifuddin Nasution, Kamis (13/9/2018) saat dihubungi wartawan.

Bayi Bermata Satu Tak Punya Hidung

Dia menjelaskan, selain bermata satu, bayi malang itu pun tidak memiliki hidung, hanya memiliki jidat dan mulut.

“Jadi ini memang kejadian langka, baru yang ke tujuh di dunia, terakhir terjadi di Mesir. Kalau dokter tadi kemungkinan besar hanya bertahan satu sampai tiga hari,” katanya.

Dia menjelaskan, orang tua bayi yang lahir cesar itu merupakan warga perantau dari pulau Jawa dan selama ini bekerja sebagai penambang emas. “Ya, kerja orangtuanya sebagai penambang emas liar,” ucapnya.

Agar bayi itu bertahan hidup, pihak rumahsakit memasang selang oksigen. Selang dimaksud dipasang terpaksa dari mulut, lantaran tidak memiliki hidung.

Akhirnya Meninggal Dunia

Setelah bertahan hidup selama 7 jam (red, lahir pukul 15.30 WIB), akhirnya bayi satu mata tanpa hidung itu dilaporkan meninggal dunia, Kamis (13/9/2018), pukul 22.55 WIB.

Menurut paramedis di rumahsakit itu, sejak dilahirkan, kondisi bayi sebenarnya sudah membiru. Bahkan bayi itu tidak mengeluarkan tangisan. Tidak itu saja, masih menurut paramedis, denyut jantungnya pun sangat lemah.

“Dibawah 100 beats per minute,” ujar seorang paramedis di sana.(*)

385 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment