You are here
Buronan Pajak Reklame Dijebloskan ke Penjara Daerah 

Buronan Pajak Reklame Dijebloskan ke Penjara

Topmetro.News – Buronan pajak reklame Deliserdang yang diburu sejak tahun 2016 akhirnya diringkus. Buronan pajak reklame itu diamankan Tim gabungan dari Intelijen Kejati Sumut dan Kejari Deliserdang dari tempat persembunyiannya di Medan, Minggu (4/11/2018) pukul 23.15 WIB. Usai diamankan, buronan yang juga terpidana Alboin, eks pegawai Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Pemkab Deliserdang itu dijebloskan penjara di Lapas Lubuk Pakam.

“Kita menangkap yang bersangkutan (red, Alboin) kemarin malam sekitar pukul 23.15 WIB. Penangkapan ini setelah tim memantaunya selama dua hari,” kata Sumanggar Siagian, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Senin (5/11/2018).

Sumanggar Siagian, menjelaskan Alboin merupakan terpidana kasus korupsi penggelapan uang pajak restora reklame di Dispenda Deli Serdang.

Buronan Pajak Reklame Rugikan Negara Hampir Rp 300 Juta

Dia, sambung Sumanggar Siagian, tak pernah menyetorkan pendapatan itu ke kas daerah sehingga merugikan negara Rp 296 juta.

Di pengadilan tingkat pertama, sebut Sumanggar Siagian, Alboin dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Namun dia menempuh upaya banding hingga kasasi.

Majelis hakim di Mahkamah Agung dalam putusan Nomor 168 K/Pid.Sus/2016 menjatuhinya hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Dia pun diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp101 juta.

Jika tidak membayar, harta bendanya akan dilelang (disita negara). Apabila hasil lelang tidak mencukupi, maka Alboin dipidana selama 6 bulan.

Terpidana Mangkir dari Eksekusi

Setelah putusan itu, terpidana Alboin tak menghadiri panggilan jaksa untuk dieksekusi.

“Tersangka buron sejak 2016. Selama pelariannya, ternyata dia tetap berada di sekitar Medan,” ucap Sumanggar Siagian.

Usai ditangkap, Alboin dibawa ke Kejari Deli Serdang. Selanjutnya dia dijebloskan ke penjara di Lapas Lubuk Pakam untuk menjalani hukuman.

“Dalam perkara ini, selain Alboin, atasannya juga telah ditahan dan menjalani hukuman.” (*)

215 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment