Mata Uang Rupiah Sudah Bisa Dikenali Tuna Netra

topmetro.news – Sejak tahun 2016, ternyata mata uang Rupiah, sudah dirancang untuk bisa juga dikenali oleh kaum tuna netra. Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga.

“Uang kertas yang beredar di Indonesia sudah dirancang untuk kaum tuna netra,” katanya kemarin. Hal itu disampaikannya, menanggapi adanya ide dari Hashim Djojohadikusumo untuk membuat uang kertas dengan Huruf Braille.

BACA JUGA: Jokowi Membangun Perempuan Indonesia untuk Maju

Tak Kenal Rupiah

Kubu petahana Joko Widodo pun lantas menganggap munculnya ide itu sebagai bentuk ketidaktahuan Hashim Djojohadikusumo sebagai petinggi dari Kubu Prabowo Subianto, atas mata uang sendiri. Artinya, Hashim dinilai tak paham, bahwa mata uang Rupiah sekarang sudah bisa dikenali tuna netra.

“Ini lucu sebenarnya pendapat Hashim. Karena, sejak dulu itu, 2016, itu sudah. Uang Rupiah kita itu sudah bisa dikenali oleh kaum disabilitas. Jadi itu diraba pun, kaum disabilitas sudah tahu, berapa sebenarnya harga atau nilai dari uang rupiah tersebut,” ujar Arya.

Arya pun menyinggung pernyataan Hashim yang seolah-olah menganggap tunanetra hanya bisa jadi tukang pijat. Hal itu, menurut dia terkesan merendahkan. Arya merujuk pada pernyataan Hashim yang mengatakan, uang kertas huruf braille perlu supaya tunanetra tak dibohongi ketika menjadi tukang pijat.

“Ini kan lucu. Tunanetra itu bukan hanya tukang pijat. Tunanetra itu banyak pekerjaannya, tidak hanya tukang pijat. Jadi jangan direndahkan juga kalau tunanetra itu hanya jadi tukang pijat,” kata Arya.

Akhirnya dari dua contoh itu Arya melihat, bahwa Hashim sepertinya tak paham masalah yang dibicarakannya.

Janji Mata Uang

Sebagaimana diketahui, Hashim Djojohadikusumo berjanji bakal mencetak mata uang Rupiah braille khusus tunanetra, bila Prabowo-Sandi terpilih pada Pilpres 2019.

“Itu ide saya untuk bikin mata uang braille. Kami dapat aspirasi dari tunanetra ada banyak yang bekerja jadi tukang pijat di panti,” kata Hashim saat peluncuran buku ‘Paradoks Indonesia’ versi huruf braille di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, kemarin.

Hashim mengatakan pihaknya mendapat keluhan kaum tunanetra lantaran tak mengetahui nominal uang yang mereka terima. Menurut dia, para tunanetra ditipu dengan uang yang berbeda nominalnya dengan tarif. Bahkan ada yang memberikan uang palsu. (TMN)

Related posts

Leave a Comment