You are here
Keistimewaan Memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW Komunitas 

Keistimewaan Memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW

topmetro.news – Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT), telah memberikan keistimewaan kepada seluruh mahluk ciptaannya, untuk memuliakan Maulid Nabi, atau peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW Shallallahu Alaihi Wa sallam (SAW). Nah, kita dapat menjadikan momentum Maulid Nabi, untuk mengingat kembali kisah perjuangan Rasulullah. Dari kisah-kisah itu, setiap orang diharapkan dapat meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal kalender Hijriah. Tahun ini, bertepatan dengan hari Selasa, 20 November 2018.

Ada keistimewaan serta memiliki beberapa nilai dan makna, yang harus diketahui. Bayangkan saja, Allah SWT memberikan keistimewaan bagi seluruh mahluk penciptaanNYA, jika kita senang menyambut datang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Keistimewaan yang diberikan Allah SWT salah satunya yakni, tentang kisah Abu Lahab, orang yang paling membenci Nabi Muhammad SAW, ketika menjalankan perintah Allah SWT untuk menyebarkan ajaran Agama Islam. Namun, Allah SWT memberikan keringanan kepada Abu Lahab, yang setiap hari Senin Abu Lahab mendapatkan keringanan dari siksa neraka. Sebab, ketika Nabi Muhammad SAW menjelang lahir di hari Senin, Abu Lahab sangat gembira akan lahir keponakannya.

Nah. Masih masih banyak lagi keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya, yang senang akan menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan ada beberapa nilai dan makna dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang akan terangkan beberapa nilai dan makna di tulisan ini, menurut berbagai sumber yang dihimpun.

Nabi Muhammad SAW Lahir di Makkah

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam (SAW) dilahirkan di Makkah, kira-kira 200 meter dari Masjidil Haram, pada hari Senin menjelang terbitnya fajar tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah, yang bertepatan bertepatan dengan 20 April 571 M. Dinamakan tahun Gajah, karena pada waktu itu bala tentara Abrahah dari Yaman, datang untuk menyerang Ka’bah dengan maksud akan meruntuhkannya.
Mereka datang dengan mengendarai Gajah. Namun penyerangan itu gagal total, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) mengirim burung Ababil, dengan membawa batu-batu dari neraka dan dijatuhkan ke gerombolan bata tentara Abraha. Seperti dalam firman Allah SWT pada Surat Al Fiil.

Menurut pendapat yang masyhur, Nabi Muhammad SAW lahir 50 hari setelah peristiwa itu, demikian Ibnu Ishak. Ada pula pendapat yang menyatakan 30 hari, 40 hari dan 55 hari. Tanggalnya pun terjadi perbedaan pada ahli sejarah. Ada yang mengatakan 2, 8, 9, 13,17 dan 18 Rabi’ul Awal. Namun penduduk Makkah sependapat tanggal 12 Rabi’ul Awal, karena mereka dahulu kala mengadakan ziarah ke tempat itu, pada tiap tanggal tersebut.

Adapun saat kelahiran Beliau itu menurut yang masyhur menjelang terbit fajar, pada waktu saat doa dimakbulkan Allah SWT. Dilahirkannya Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabi’ul Awal, musimnya bunga berkembang adalah merupakan isyarat, bahwa ajaran yang dibawanya akan berkembang di seluruh dunia.

Ayah Nabi Muhammad SAW, Abdullah wafat dalam perjalanan pulang. Sehabis berniaga dari Syam, lalu ia singgah di Madinah, kemudian jatuh sakit dan tak lama meninggal dunia dan dimakamkan di kota itu. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW masih di dalam kandungan.

Sejak dalam kandungan, telah tampak tanda-tanda kebesaran Nabi Muhammad SAW. Tatkala Nur Muhammad SAW masuk ke dalam rahim ibundanya, Aminah. Allah memerintahkan kepada Malaikat membuka pintu surga Firdaus dan memberitahukannya, kepada semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah yang tadinya kering menjadi subur, pohon-pohon kayu berdaun rimbun dan berbuah lebat, angin berhembus sepoi-sepoi basa, binatang-binatang di darat dan di laut ramai gembira memperbincangkannya.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Memiliki Beberapa Nilai dan Makna

Kisah Abu Lahab menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad SAW bisa menjadi penyebab datangnya pertolongan kepada orang lain. Hanya lantaran gembira atas kelahirannya, Abu Lahab yang dikenal sangat kejam terhadap Nabi, bahkan mati dalam keadaan kafir, bisa mendapat keringanan siksa neraka.

Pertama, nilai spiritual. Setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau saw dengan maulid. Luapan kegembiraan terhadap kelahiran nabi saw merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana surah Yunus; 58. Karena figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (surah Al-Anbiya’; 107).

Kegembiraan Abu Jahal dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW saja, dapat mengurangi siksa neraka yang ia cicipi tiap hari senin. Apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan. Dengan memperingati maulid, kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT dan malaikat pun, telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau Nabi Muhammad SAW. (Surah Al-Ahzab;56).

Kedua, nilai moral dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW. Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi saw adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi Muhammad SAW. Dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, kita juga bisa mendapat nasehat dan pengarahan dari ulama, agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.

Rasa Syukur Kepada Allah SWT

Ketiga, nilai sosial. Memuliakan dan mem-berikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majelis maulid, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi. (Surah Al-Insan;8-9).

Keempat, nilai persatuan akan terjalin dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat maupun berdzikir. Diceritakan bahwa Shalahuddin al-Ayubi mengumpulkan umat Islam dikala itu, untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Hal itu dilakukan oleh panglima Islam ini, bertujuan untuk mempersolid kekuatan dan persatuan pasukan Islam, dalam menghadapi perang salib di zaman itu.

Dengan demikian, Allah SWT telah membuktikan dengan memberikan keistimewaan, bagi mahkluk ciptaannya yang senang kepada kelahiran Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, kita juga harus mengerti akan nilai dan makna dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tak cuma itu. Dari kisah Nabi Muhammad SAW, juga bisa diteladani soal kejujuran, kepemimpinan, dan ketegasan terhadap hal-hal berbau maksiat. (TM-RED)

Berbagai Sumber.

161 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment