You are here
PM Inggris Tolak Referendum Brexit Kedua Internasional 

PM Inggris Tolak Referendum Brexit Kedua

topmetro.news – Perdana Menteri Inggris Theresa May menyalahkan pendahulunya, Tony Blair, karena dianggap menghina para pemilih Brexit karena mencoba merusak negosiasinya dengan Uni Eropa (UE). May mengatakan, Blair yang menjabat PM Inggris pada 1997-2007, berada di Brussels untuk menganjurkan referendum kedua Brexit.

May menegaskan langkah itu sebagai penghinaan kepada pemerintahan dan rakyat yang dulu pernah dilayaninya. “Kami tidak bisa seperti dia, melepaskan tanggung jawab untuk keputusan ini. Parlemen mempunyai tugas demokratis untuk menyelesaikan apa yang dipilih oleh rakyat Inggris,” kata May.

May berulang kali menolak digelarnya referendum baru lagi, menyebut bahwa hasil referendum tahun 2016 sudah jelas. Tapi, beberapa anggota parlemen Inggris meyakini ‘suara rakyat’ adalah satu-satunya jalan untuk memecahkan kebuntuan yang beresiko membuat Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan apa pun.

BACA JUGA: Pasangan Suami Istri Kubur Menantunya yang Lagi Sekarat

Theresa May dan UE

Pidato terakhir Blair tentang masalah Brexit disampaikan kemarin, saat Theresa May bertemu dengan para pemimpin UE di Brussels untuk membicarakan upaya menyelamatkan kesepakatan. Selanjutnya, Blair berpendapat, bahwa masuk akal untuk membiarkan parlemen memilih setiap bentuk dari Brexit. Termasuk kesepakatan May dengan UE.

“Jika mereka tidak bisa mencapai kesepakatan, maka hal yang logis adalah menyerahkan kembali kepada rakyat,” kata Blair.

Menurut Blair, tidak bertanggung jawab jika berusaha untuk ‘menggilas’ anggota parlemen agar menerima kesepakatan yang mereka anggap buruk dengan mengancam jika gagal, maka pemerintah bisa mengambil keputusan keluar dari UE tanpa kesepakatan.

“Jauh dari anti-demokrasi, itu akan menjadi kebalikannya. Karena memang banyak tokoh senior dari partai di masa lalu dan saat ini yang mengatakan demikian,” kata Blair.

sumber: beritasatu.com

313 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment