You are here
Tak Beri Jatah, Suami ‘Gauli’ Anak Tiri yang Masih SD, Hamil 4 Bulan Daerah 

Tak Beri Jatah, Suami ‘Gauli’ Anak Tiri yang Masih SD, Hamil 4 Bulan

Topmetro News – Tak diberi jatah oleh istri, suaminya malah melampiaskan birahinya kepada anak tirinya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ironisnya, kini korban sebut saja Bunga (13) sedang hamil 4 bulan. Saat ditangkap sang ayah bejat mengaku tega melakoni hal itu lantaran sering tak diberi jatah biologis oleh istrinya.

Peristiwa pencabulan ini sempat menggegerkan warga yang berdomisili di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Bagaimana tidak, korban Bunga kini sudah ‘berbadan dua’ akibat kelakuan ayah tirinya. Beruntung, Alian (57) sang ayah tiri sudah ditangkap dan sedang diproses di Polsek Rupit.

Tak Diberi Jatah, Tersangka Cabul Diringkus di Pesta Pernikahan

Di kantor polisi, korban didampingi Bibinya, Kartini melaporkan pencabulan hingga korban hamil 4 bulan.

Usai dilaporkan, tak sulit bagi polisi untuk meringkus tersangka Alian.

“Pelaku sudah ditangkap Sabtu (5/1/2019) saat menonton pesta pernikahan yang lokasinya tak jauh dari rumahnya,” ujar AKP Yulfikri, Kapolsek Rupit seperti disiarkan JPNN.

Korban Dicabuli Dua Kali

Kapolsek mengatakan pelaku sudah mengakui perbuatannya, pencabulan itu dilakukan dua kali.

“Tersangka ini residivis kasus serupa tahun 2006 lalu,” sebut Kapolsek.

“Jadi memang korban sudah hamil 4 bulan, saat diperiksa dokter sudah ada bentuknya,” ungkapnya.

Menurut polisi, tersangka pemilik tato ”Cinta Musliha” itu melakukan aksi bejatnya awal September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

Minta Ditemani Buang Air Kecil

Saat itu, kondisi rumah sedang sepi. Selanjutnya bocah ingusan yang masih duduk di bangku SD itu minta ditemani untuk buang air kecil.

Usai keluar dari toilet, korban dibawa tersangka ke dapur. Di situlah, korban dipaksa melayani nafsu bejat tersangka.

Korban yang mencoba melawan diancam bakal dipukul dengan kayu dan senjata tajam.

Kejadian kedua, sebut polisi, saat ibu kandung korban ada di kebun. Tersangka kembali mengancam korban dan memaksa melayani nafsu bejatnya di dalam kamar.

Kelakuan bejat tersangka terungkap, setelah Bunga sering mengeluh sakit dan perutnya kian membesar.

Kartini, bibi korban yang curiga, membawa korban untuk diperiksa ke Puskesmas Rupit.

Hasil pemeriksaan paramedis Puskesmas Rupit, diketahui Bunga telah hamil, bahkan sudah memasuki usia 4 bulan.

Tersangka Alian saat diinterogasi polisi mengaku istrinya sering menolak melayani dirinya. “Aku sering tak diberi jatah ama istri. Alasan istri capek,” kata Alian.

Reporter: JEREMI TARAN

481 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment