You are here
Lansia di AS Lebih Cenderung Sebar Hoax Internasional 

Lansia di AS Lebih Cenderung Sebar Hoax

topmetro.news – Penyebar hoax ternyata tidak pandang usia. Sebuah penelitian yang dilakukan di AS menemukan bahwa penduduk berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung menyebarkan hoax dibandingkan penduduk yang lebih muda.

Peneliti di New York University dan Princeton meneliti perilaku 3.500 responden -pengguna Facebook dan non-Facebook- beberapa bulan sebelum dan sesudah Pemilihan Presiden 2016.

Sekira 49 persen responden yang menggunakan Facebook setuju untuk memberikan data pribadi mereka untuk keperluan penelitian. Periset bekerja sama dengan lembaga riset YouGov. Lalu meneliti tautan yang responden unggah ke linimasa mereka dan mengkroscek tautan tersebut dengan daftar situs-situs hoax.

Dalam studi yang dipublikasikan di Science Advances, ternyata hanya 8,5 responden yang terindikasi menyebarkan setidaknya satu tautan hoax. Responden yang mengidentifikasi diri mereka berhaluan konservatif cenderung lebih sering menyebar hoax dibanding responden yang liberal. Kemudian 18 persen (Republikan) berbanding 4 persen (Demokrat).

BACA JUGA: Bagus Bawana Putra Kreator Hoax

Usia Penyebar Hoax

Kelompok umur 65 tahun ke atas ternyata lebih sering menyebarkan hoax, terlepas dari afiliasi politik mereka. Sebanyak 11 persen responden 65 tahun ke atas pernah menyebar setidaknya satu hoax, dibanding 3 persen kelompok umur 18-29.

Pengguna Facebook berusia 65 tahun ke atas juga lebih sering membagikan hoax dua kali lebih banyak dibanding kelompok umur 45-65. Dan sekitar tujuh kali lebih banyak dibandingkan kelompok umur termuda (18-29).

Studi tidak menyebutkan kenapa orang tua lebih sering jadi penyebar hoax. Namun peneliti memiliki dua teori. Pertama, lansia tidak memiliki literasi digital sebaik kelompok yang masih muda. Kedua, kemampuan kognitif lansia berkurang karena faktor umur, sehingga mereka rentan terhadap hoax.

Desain Facebook juga disinyalir menjadi salah satu penyebab hoax menyebar. Artikel-artikel berita di News Feed Facebook secara umum semua tampak identik sehingga berita dari media terpercaya, seperti New York Times, tampak mirip dengan artikel hoax atau clickbait.

Sebuah studi terpisah yang dilakukan Comparative National Elections Project menyebutkan, bahwa hoax turut membantu kemenangan Donald Trump atas Hillary Clinton dalam Pemilu AS 2016.

sumber: beritasatu.com

55 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment