You are here
Bea Cukai Belawan Amankan 28 Burung Dilindungi Peristiwa 

Bea Cukai Belawan Amankan 28 Burung Dilindungi

topmetro.news – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Belawan (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Belawan mengamankan sebanyak 28 ekor burung dilindungi, Senin (15/4/2019).

Satwa liar dibawa dengan Tug Boat (TB) Kenari Djaja saat menggiring kayu hasil hutan berasal dari Ambon ditangkap Tim Patroli Bea Cukai Belawan melalui Kapal Patroli BC 15035 di Perairan Belawan.

Kepala KPPBC TMP Belawan, Haryo Limanseto menerangkan, awalnya mereka menerima informasi adanya penyelundupan burung dilindungi dari Ambon menuju ke Belawan. Kapal Patroli BC 15035 melakukan pengawasan dan penyelidikan di sekitar perairan Belawan.

Alhasil, petugas memperoleh informasi kapal tongkang bermuatan kayu merupakan target sasaran. Kapal tersebut langsung dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tarik atau Tug But, dari situ ditemukan sebanyak 28 ekor yang disimpan di kamar ABK.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan dokumen, satwa liar yang mereka bawa tidak ada dokumen. Untuk penyelidikan lanjutan, kapal itu kita giring ke Dermaga 202 untuk diproses,” kata Kepala KPPBC TMP Belawan.

Dijelaskannya, kapal bermuatan kayu itu seharusny bersandar di Dermaga khsus milik PT Canang Indah, karena adanya perbuatan pelanggaran muatan yang dibawa berupa burung dilindungi, maka digiring ke dermaga lain. Dalam proses penindakan yang dilakukan, pihaknya juga mengamankan sebanyak 9 orang ABK.

“Untuk jenis burung yang kita amankan adalah, 23 ekor Burung Nuri Ambon, 1 ekor Burung Nuri Kepala Hitam dan 4 ekor Burung Kakaktua Jambul Kuning,” jelas Haryo.

Tercancam 5 Tahun Penjara

Dalam kasus ini, lanjut Haryo, akan dijerat Pasal 21 ayat 1 dan 2 serta 40 UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumbee Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dengan denda Rp 100 juta. Kemudian Pasal 31 ayat 1 UU No. 16 tahun 1992 tengang Karantina Hewan, Ikan dam Tumbuhan dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta.

“Untuk burung ini akan segera kita limpahkan ke Balai Karantina dan BKSDA untuk dicek kesehatannya serta segera dilepaskan ke habitat asalnya. Untuk nilai dari satwa ini tidak ada nilainya, karena tidak layak untuk diperdagangkan,” sebut Haryo.

Sementara, Kepala Balai Karantina Hewan Sumut, Bambang Hariyanto mengatakan, pihaknya akan mengecek kondisi kesehatannya, agar kondisinya dapat segera dilepas ke habitatnya.

“Untuk saat ini, kita menangani keseharan burung ini, agar tidak mati,” cetusnya.

Begitu juga dikatakan Kapala Balai Besar BKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi. Ia menilai dengan perjalanan jauh, pelaku yang membawa burung ini diduga telah punya perencanaan matang dan telah teroganisi melakukan penyelundulan secara rutin.

Burung Kondisi Sehat

“Melihat asupsi makanan yang diberikan cukup baik, burung ini kondisinya sangat sehat. Jadi, kita duga cara pemberian makan yang baik, bisa jadi ini jaringan yang sudah terbangun selama ini. Makanya, kita akan lakukan terus pengembangan,” tegas Hotmauli.

Pihaknya akan mengutamakan keselamatan satwa tersebut, melihat dari nilai material, burung itu tidak ada harganya. Oleh karena itu, pihaknya akan segera mentransormasi burung itu untuk dilepas ke habitat asalnya.

“Ini sudah kita laporka ke Jakarta. Untuk keselamatan hewan dilindungi ini, kita akan segera fasilitasi untuk dibawa kembali ke Ambon, agar burung ini dapat lepas untuk hidup bebas,” ucap Hotmauli.

Reporter | Faisal Haris

371 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment