You are here
Kapoldasu ‘Pantau’ Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilpres 2019 Tingkat Sumut Kota Medan 

Kapoldasu ‘Pantau’ Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilpres 2019 Tingkat Sumut

topmetro-news – Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH, Senin (13/5/2019), dengan langkah santai tampak ‘memantau’ langsung situasi keamanan jalannya rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi Sumut di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan.

Dari arena rapat terbuka rekapitulasi untuk Kota Medan, jenderal polisi bintang tiga itu sempat menyaksikan protes perwakilan parpol atas dugaan salah input data dari Kelurahan Madras Hulu dan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia.

Kotak suara akhirnya dibuka untuk mengkroscek salinan C1 saksi parpol dengan plano formulir DAA1. Ini disaksikan Komisioner KPU Provinsi Sumut disaksikan unsur Bawaslu Sumut dan perwakilan parpol,

Didampingi sejumlah staf, Kapolda Sumut kemudian meninggalkan arena rekapitulasi perhitungan suara Pilpres, DPR, DPD, DPRD provinsi itu. Situasi keamanan pun terpantau kondusif.

Sementara data dihimpun, sudah 32 kabupaten/kota di Sumut yang direkapitulasi. Sementara untuk kabupaten terakhir yakni Nias Selatan (Nisel) menurut rencana akan direkapitulasi, Rabu (15/9/2019). Itu karena personel KPU Kabupaten Nisel berikut data sedang dalam perjalanan menuju Medan.

Suasana rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 Tingkat Sumut dari Kabupaten Nias | topmetro.news

‘Pelit’ Data

Pantauan awak media, Komisioner KPU Provinsi Sumut terkesan ‘pelit’ alias kurang kooperatif memberikan data-hasil rekapitulasi perolehan suara parpol dan caleg.

Herdensi, Komisioner Divisi Data KPU Sumut yang dimintai tolong data hasil rekapitulasi perhitungan suara parpol dan caleg, misalnya, terkesan mengelak. Alasan dia lagi sibuk. Sementara staf bagian IT dimaksud tidak ditemukan di sekitar arena rekapitulasi.

BACA | 30 Caleg Asal Sumut ‘Melenggang’ ke Senayan, Nih Daftarnya

Tidak diketahui secara pasti ada tidaknya korelasi antara kesan tertutupnya pelaksana pemilu dengan banyaknya protes (keberatan) saksi parpol di tingkat kelurahan, kecamatan hingga KPU kabupaten/kota. Sejumlah awak media seolah ‘dipaksa’ mencari data dari sumber lain.

reporter | Robert Siregar

330 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment