You are here
AS Akan Jual Persenjataan Senilai US$2 Miliar ke Taiwan Internasional 

AS Akan Jual Persenjataan Senilai US$2 Miliar ke Taiwan

topmetro.news – Amerika Serikat (AS) sedang mengupayakan penjualan lebih dari US$2 miliar (sekitar Rp28,5 triliun) berupa tank dan senjata ke Taiwan. Rencana itu dikonfirmasi empat orang yang akrab dengan perundingan tersebut.

Sumber di AS mengatakan penjualan senjata ini kemungkinan akan membuat marah Tiongkok ketika perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia meningkat.

“Pemberitahuan informal tentang penjualan yang diusulkan telah dikirim ke Kongres AS,” kata empat sumber mengatakan dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara tentang kemungkinan kesepakatan.

Sumber juga menyebutkan penjualan potensial termasuk 108 unit tank M1A2 Abrams General Dynamics Corp senilai sekitar US$2 miliar. Termasuk serta amunisi anti-tank.

Selama bertahun-tahun, Taiwan telah tertarik untuk memperbarui persediaan tank tempur buatan AS yang ada yang mencakup tank M60 Patton.

Amerika Serikat adalah satu-satunya pemasok senjata ke Taiwan, yang Tiongkok anggap bagian wilayahnya sendiri. Tiongkok tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau yang diperintah sendiri itu di bawah kendalinya.

BACA JUGA | Kapal Selam Belgorod Terbesar di Dunia dan Menakutkan

Tiongkok dan Kanada

Selain itu, Tiongkok berharap Kanada memahami konsekuensi berpihak pada Amerika Serikat dan melakukan penawarannya. Pernyataan itu dilontarkan Jubir Kemenlu Tiongkok Geng Shuang, baru-baru ini. Hal itu disampaikan setelah Wakil Presiden AS Mike Pence menyerukan pembebasan dua orang Kanada yang ditahan di Tiongkok.

Pihak berwenang Tiongkok menahan pengusaha Kanada Michael Spavor dan mantan diplomat Michael Kovrig pada bulan Desember. Tindakan itu dilakukan tak lama setelah Kanada menangkap Chief Financial Officer Huawei Technologies Co Ltd yang berbasis di Tiongkok, Meng Wanzhou, dengan surat perintah AS.

Meng menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat dengan tuduhan dia berkonspirasi untuk menipu bank global tentang hubungan Huawei dengan perusahaan yang beroperasi di Iran. Dia dan perusahaan telah membantah tuduhan itu dan Tiongkok telah menyerukan pembebasannya.

Ditanya tentang komentar Pence bahwa Presiden AS Donald Trump akan berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang orang-orang Kanada yang ditahan pada pertemuan G20 di Jepang pada Bulan Juni, juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Geng Shuang menyiratkan bahwa Kanada disalahkan atas masalah-masalah yang terjadi di Tiongkok.

“Kami berharap pihak Kanada akan memahami konsekuensi penuh dari memicu perkara atas nama Amerika Serikat, dan tidak menimbulkan lebih banyak kerugian pada diri mereka sendiri,” kata Geng kepada wartawan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kovrig dan Spavor secara resmi didakwa dengan spionase bulan ini. Tiongkok juga telah memutus impor komoditas utama Kanada dalam upaya menekannya. Kanada menyebut penangkapan itu sewenang-wenang.

sumber | beritasatu.com

92 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment