You are here
Paul MA Simanjuntak: Dishub Perlu Bantu Atur Lalulintas dan Tertibkan Parkir Liar Kota Medan 

Paul MA Simanjuntak: Dishub Perlu Bantu Atur Lalulintas dan Tertibkan Parkir Liar

topmetro.news – Kemacetan di Kota Medan semakin parah. Selain akibat banyaknya lahan parkir yang menjamur, kurang pedulinya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terhadap pengaturan lalulintas juga disinyalir jadi penyebab bertambah macetnya Kota Medan.

Menurut Anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, kemacetan bisa diminimalisir kalau Dishub Kota Medan mau turun tangan mengatur lalulintas dan parkir yang semrawut di Kota Medan.

Untuk lalulintas di jalanan, Bendahara FPDI Perjuangan itu meminta dishub turun tangan membantu polisi. “Dengan bantuan tenaga terutama saat pagi hari, diharapkan bisa mengurangi kemacetan jalan,” ujar anggota Komisi IV DPRD Medan itu, Senin (8/7/2019).

Kata Paul Mei, di beberapa tempat saat ini bisa dilihat kemacetan, terutama pada pagi hari. Seperti di Jalan Panglima Denai, Aksara, Brigjend Katamso, dan lainnya. Dia pun menyebutkan, meski daerah itu sangat macet, namun kurang tampak adanya petugas membantu memperlancar arus lalulintas.

Tata Ulang Lahan Parkir

Begitu juga masalah perparkiran. Kata dia, hampir 90 persen jalan di Kota Medan sudah dijadikan lahan parkir. Salah satu cara untuk mengatasi itu, Paul meminta Dishub Medan untuk mendata ulang lahan parkir yang ada. Sehingga bisa diatur lebih baik dari saat ini.

Selain untuk mengurangi kemacetan di Kota Medan, pendataan ulang lahan parkir juga bertujuan untuk meningkatkan PAD. Karena menurutnya, hingga saat ini, serapan PAD dari sektor tersebut hanya Rp19,71 milliar. Atau 45 persen dari target Rp43,81 milliar.

“Sementara PAD kita dari retribusi parkir tak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Artinya, parkir pinggir jalan masih dikuasai oknum-oknum liar. Akibatnya, PAD dari sektor ini sangat sedikit sekali. Padahal kalau dilihat di lapangan, seharusnya besar,” jelasnya.

Paul mensinyalir, ada permainan antara oknum di dishub dengan pihak tertentu untuk kepentingan pribadi. Untuk itu, Simanjuntak mendesak agar pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik kotor yang merugikan keuangan Kota Medan.

“Jangan nanti semua badan jalan jadi lokasi parkir. Tapi pendapatan ke Pemko Medan tidak juga naik. Artinya banyak kutipan liar yang dilakukan oknum tertentu untuk diri sendiri. Kita harapkan mereka bisa bekerja profesional dan tegas agar PAD yang didapatkan sesuai harapan,” tutupnya.

reporter | Jeremi Taran

224 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment