You are here
Latihan Gabungan TNI, Pangdam dan Danrem Baladhika Jaya Sambut Kedatangan Kasum TNI di Banyuwangi Info Metro 

Latihan Gabungan TNI, Pangdam dan Danrem Baladhika Jaya Sambut Kedatangan Kasum TNI di Banyuwangi

Topmetro.News – Latihan gabungan TNI, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B dan Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Zainuddin menyambut kedatangan Kepala Staf Umum TNI di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (9/9/2019).

Latihan gabungan TNI2
foto kiriman | admin@pendam5brw.online

Latihan Gabungan TNI, Kesigapan Personil Dicek

Tiba di Banyuwangi, Letjen TNI Joni Supriyanto langsung memimpin berlangsungnya apel gelar kesiapan pasukan di Makodim 0825/Banyuwangi.

Dikatakan Kasum, kedatangannya ke Banyuwangi saat ini, ditujukan untuk melihat sekaligus mengecek secara langsung kesiapan
personel Kodim Banyuwangi selama berlangsungnya latihan gabungan TNI.

“Latgab TNI ini, harus berjalan lancar, sukses, berhasil dan tepat sasaran,” tegas Kasum TNI.

Latihan gabungan TNI3
foto kiriman | admin@pendam5brw.online

Latgab TNI di 2 Lokasi

Sementara itu, Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe
menambahkan jika Latgab saat ini, berlangsung di dua lokasi. Selain di
Situbondo, Latgab tersebut juga digelar di Banyuwangi. “Rencananya
berlangsung tiga hari,” ungkap Pangdam.

Terpisah, Danrem 083/Baladhika Jaya menambahkan, Latgab yang
berlangsung saat ini, merupakan hajat besar bagi TNI. “Kebetulan,
lokasinya di wilayah teritorial Korem Baladhika Jaya,” tambah Kolonel
Zainuddin.

baca juga | UNTUNG ADA TNI, BERSAMA MASYARAKAT, NKRI UTUH TERJAGA

Seperti disiarkan Topmetro.News sebelumnya, untung ada TNI. Itu yang ada dalam pikiran penulis manakala beberapa waktu lalu, penulis membaca berita tentang penemuan seorang anak yang hilang atas nama Johanis Kanimu berusia 13 tahun. Konon anak tersebut tersesat selama dua pekan di dalam hutan, karena terpisah dengan orang tuanya ketika sedang berburu di Kampung Tanas, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke-Papua.

Ya, anggota Yonif MR (Batalyon Infanteri Mekanis Raider) 411/Pandawa Kostrad yang sedang bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI-PNG), berhasil menemukan anak yang hilang itu.

Sekadar diketahui 8 orang personel Yonif 411/Pandawa Kostrad di Pos Kalimaro selanjutnya mengantarkan Johanis Kanimu kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua itu bernama Melianus Kanimu dan Sensea Ndiken. Mereka berada di sebuah perkampungan di Obaathrow, Distrik Jagebob. Diketahui pula, ikhwal penemuan anak hilang yang tersesat di hutan selama dua pekan itu awalnya diterima info dari warga setempat.

Setelah menerima info berharga ini, petugas TNI lantas mencari keberadaan si anak. Hingga akhirnya mereka bisa dipertemukan dengan keluarganya dengan kondisi selamat, meski kondisi Johanis Kanimu sempat drop dan trauma.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat tatap muka dengan tokoh masyarakat Papua. foto | dokumen topmetro.news
TNI DEKAT DENGAN MASYARAKAT
Salah satu fakta ini menunjukkan betapa TNI dekat dengan masyarakat. Bisa dibayangkan betapa bersyukurnya orang tua Johanis Kanimu karena anak mereka ditemukan dalam kondisi selamat.

Tak bisa dipungkiri pula, tugas TNI tak cuma menjaga stabilitas keamanan nasional, menjaga keutuhan NKRI, mengantisipasi ancaman bahaya dari luar. TNI senantiasa menjaga NKRI dari seluruh lini, baik lini perbatasan Indonesia dengan negeri tetangga. TNI juga memiliki tugas dan tanggungjawab besar yakni menjaga batas-batas teritorial laut dan udara.

Mungkin masih jelas di ingatan kita, bahwa tahun 2018 lalu sekitar bulan Oktober, dua unit pesawat asing tak dikenal masuk wilayah Natuna. Ikhwal masuknya pesawat asing itu awalnya info diterima Komando Setor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas).

Selanjutnya pangkalan militer terdekat dan satu-satunya pangkalan militer tipe A dengan diperkuat dua Skadron 12 dan 16 itu langsung menerbangkan dua jet tempur F16 Fighting Falcon ke Natuna dan memerintahkan pesawat asing itu segera keluar dari wilayah Indonesia, kalau tidak ingin ditembak jatuh. Saat itu pula, pesawat asing itu kabur dan keluar dari wilayah Indonesia.

reporter | jeremitaran

kiriman | admin@pendam5brw.online

158 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment