You are here
Enam Fraksi DPRD Sorot Tajam Nota Pengantar RPJMD Bupati Tapanuli Utara Daerah 

Enam Fraksi DPRD Sorot Tajam Nota Pengantar RPJMD Bupati Tapanuli Utara

Advertisement

topmetro.news – Sebanyak enam fraksi di DPRD Taput menyoroti secara tajam Nota Pengantar Bupati Taput atas Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Tahun 2019-2024 pada paripurna, Kamis (31/10/2019), di Gedung DPRD, Jalan Sisingamangaraja Tarutung.

Fraksi Hanura misalnya, mempertanyakan kontribusi sektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian yang targetnya diturunkan sampai 5 tahun ke depan. Dari 44,90 persen pada tahun 2019 sampai menjadi 43,00 persen pada tahun 2014. Secara sederhana, fraksi ini menilai, ada pola yang bertentangan dengan tujuan yang ingin dicapai Tapanuli Utara. Yakni sebagai lumbung pangan.

Fraksi ini juga mengatakan, banyak data yang kurang akurat, dimana dalam indikator kinerja pemberdayaan masyarakat dan desa Tahun 2014-2018 pada Ranperda RPJMD, jumlah desa yang membentuk BUMDES sampai tahun 2018 sebanyak 40 desa. Sedangkan pada indikator kinerja Bupati Taput tahun 2019-2024 kondisi BUMDES yang sudah terbentuk tahun 2018, berjumlah 35 desa.

“Selain itu, kami juga masih banyak menemukan penyajian data realisasi 2018 tidak ada,” ucap Parsaoran Siahaan, saat membacakan pemandangan Fraksi Hanura.

Pendapatan dari PT SOL dan Bandara Silangit

Sementara pemandangan umum dari Fraksi Golkar yang disampaikan sekretaris fraksinya, Antonius Tambunan SP juga mempertanyakan tiga poin penting. Mencakup soal perbedaaan mendasar RPJMD 2019-2024 dengan RPJMD 2014-2019, sudahkah RPJMD menjadi patokan pembuatan/penetapan KUA/PPAS yang sudah ditetapkan pada watu bulan yang lalu dan proyeksi pedapatan yang disajikan 2019-2024 terlalu kecil. Pertanyaan fraksi ini pun menyasar ke realisasi perkiraan pendapatan Royalti PT SOL dari tiga sumur. Juga pendapatan dari Bandara Silangit pada tahun 2014-2019.

Jalan, Listrik dan Air Mendesak di Desa Terpencil

Fraksi Golkar juga menyarankan agar Pemkab Taput secara serius memperhatikan perkembangan desa terpencil. Seperti Desa Torhonas dan Pardomuan Nauli Kecamatan Adian Koting yang sangat mendesak diprogramkan pembenahan infrastruktur jalan, listrik dan air. Kondisi dua desa ini sangat jauh tertinggal dari desa lain.

Selan itu, Desa Hutagurgur dan Desa Dolok Saut di Kecamatan Simangumban saat ini sangat butuh perbaikan jalan. Sampai saat ini akses jalan ke dua wilayah masih sebatas pembukaan jalan.

Sementara Fraksi PDIP menyoroti soal pendapatan daerah dari sektor pajak. Fraksi Nasdem menyasar soal penyediaan infrastruktur, pembangunan jalan usaha tani, peningkatan mutu PPL. Juga penyediaan pupuk sesuai kebutuhan dan perbaikan irigasi pertanian untuk penyediaan suplai untuk pertanian lahan kering.

Sementara Fraksi PKB menyoroti soal dana desa dan target kinerja OPD untuk mengimplementasikan visi dan misi bupati.

Fraksi Garda Persatuan, gabungan dari Partai Demokrat, Perindo, dan Gerindra juga menyoroti kurangnya perluasan akses pendidikan, kurangnya fasilitas kesehatan, ketimpangan pembangunan infrastruktur wilayah. Juga pengembangan pariwisata seperti membenahi objek wisata Air Panas Sipoholon dan Air Soda. Pemandangan fraksi ini dibacakan Jason Pasaribu.

Rapat paripurna dipimpin Katua DPRD Taput Ir Poltak Pakpahan (PDIP). Didampingi Wakil Ketua Fatimah Huabarat (Nasdem ) dan Ir Reguel Simanjuntak (Golkar). Sementara dari pihak eksekutif diwakili Sekdakab Indra Simaremare.

Paripurna Kurang Tertib

Tetap pada suasana klasik, jalanya rapat paripurna terkait Nota Pengantar Bupati Taput itu masih terlihat kurang tertib. Banyak pimpinan OPD dan pejabat struktural di bawahnya, masih berbincang-bincang di belakang. Sebahagian lagi memainkan telepon selularnya dan keluar masuk ruangan paripurna. Padahal, paripurna sedang berjalan pada pembacaan pemandangan umum fraksi yang memuat isu-isu strategis untuk pembangunan Tapanuli Utara ke depan.

Pantauan lain, saat Mauliate Sitompul membacakan pemandangan Fraksi Nasdem, suasana kembali riuh. Pasalnya, pembacaan sejumah kata oleh anggota dewan dari Partai Nasdem ini, didengar kurang tepat.

reporter | Jan Piter Simorangkir

565 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment