You are here
Mantan Dirut Sutedi Dihadirkan Dalam Sidang Korupsi Rp10,9 M di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang Kota Medan 

Mantan Dirut Sutedi Dihadirkan Dalam Sidang Korupsi Rp10,9 M di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang

topmetro.news – Mantan Dirut PDAM Tirtanadi Sumut Sutedi Raharjo akhirnya dihadirkan Tim JPU dari Kejari Deliserdang pada persidangan lanjutan korupsi Rp10,9 miliar dengan lima terdakwa mantan petinggi di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang, Kamis (7/11/2019), di Ruang Cakra 9 Pengadilan Tipikor Medan.

Sutedi dihadirkan sebagai saksi atas tiga terdakwa mantan Kacab PDAM Tirtanadi Deliserdang. Yakni Achmad Askari Periode 2015-2016. Bambang Kurnianto (16 September 2016 – 27 Maret 2017). Dan Pahmiuddin (Maret-April 2017).

Serta Lian Syahrul dan Mustafa Lubis, sama-sama selaku Kepala Bagian Keuangan PDAM Tirtanadi Deliserdang pada periode berbeda.

Menjawab pertanyaan majelis hakim diketuai Aswardi Idris, kelima terdakwa mengakui bahwa saksi selaku orang pertama di perusahaan air minum kebanggaan Sumut tersebut sudah mengetahui adanya indikasi kebocoran anggaran di Cabang Deliserdang sejak TA 2015 hingga 2018. Itu hasil investigasi internal PDAM Tirtanadi Sumut.

Bahkan Asran Siregar ketika menjabat Kabag Keuangan PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang kemudian digantikan Zainal Sinulingga ada membuat surat pernyataan bertanggung jawab atas kebocoran dana tersebut.

Keburu DPO

Namun sayangnya ketika kasusnya diproses hukum, kedua mantan Kabag Keuangan PDAM Tirtanadi Cabang Dellserdang tersebut keburu buron (DPO).

Tim JPU dimotori Afrizal Chair juga mencecar Sutedi Raharjo sebagai dirut ketika itu. Tentang adanya kerugian keuangan negara di Tirtanadi Deliserdang dari rentang waktu 2015 hingga 2018 mencapai Rp10,9 miliar.

“Kronologisnya saat adanya pergantian cabang, di situ ditemukan adanya indikasi pengeluaran kas di cabang yang tidak memenuhi ketentuan,” jelas Sutedi.

Selaku dirut dia meminta Tirtanadi Cabang Deliserdang untuk direview. Dan diadakan audit internal laporan keuangan di Tirtanadi di cabang Deliserdang. “Yang diaudit itu tahun 2015 sampai 2016. Waktu itu kerugiannya belum diberitahukan. Namun ada indikasinya,” cetusnya.

Saksi Lainnya

JPU juga menghadirkan dua saksi lainnya. Saksi lainnya Hermayani, selaku Kabid Akuntansi PDAM Tirtanadi menjelaskan, setiap laporan keuangan cabang wajib dikirimkan ke kantor pusat dalam bentuk neraca. Namun, untuk rekening koran, tidak disertakan.

Sementara saksi Saipul Bahri menjelaskan, pasca-kejadian itu, ia pun turut dipanggil dirut. “Saya hanya ketahui setelah dipanggil dirut. Lainnya tidak ada. Tidak ada ikut pertemuan dengan kacab,” jelasnya.

PH Sesalkan Dirut

Usai persidangan, Iskandar selaku penasihat hukum (PH) kelima terdakwa menyatakan, menyesalkan sikap pembiaran Sutedi Raharjo selaku Dirut PDAM Tirtanadi Sumut ketika itu. Kebocoran di perusahaan air minum tersebut akan terungkap ke permukaan bila sejak awal diproses hukum.

Hasil audit BPK kerugian keuangan berbau markup diperkirakan mencapai Rp10,9 miliar. Kelima.mantan petinggi PDAM Tirtanadi Deliserdang tersebut dijerat pidana memperkaya diri sendiri. orang lain atau korporasi yang mengakibat kerugian keuangan negara.

Yakni pidana Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

reporter | Robert Siregar

286 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment