LPMP Aceh MoU dengan Walikota Subulussalam

Hari Guru Nasional Kota Subulussalam
Advertisement

topmetro.news – Peringatan Hari Guru Nasional Kota Subulussalam ke 74 tahun dilaksanakan di Lapangan Sadakata Subulussalam, Senin (25/11/2019).

Hadir seluruh guru, honor, kontrak dan PNS. Juga hadir tamu khusus, yaitu Kepala LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Aceh Dr Muslihuddin MPd, seluruh Forkopimda, Lembaga Keistimewaan, kepala SKPK, Kabah, camat dan undangan lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan, juga dilaksanakan pembukaan selubung SMPN 1 Simpang Kiri dan SD 1 Subulussalam sebagai ‘pilot project’ peningkatan mutu pendidikan di Kota Subulussalam di sekolah masing-masing. Acara ini dihadiri Walikota Subulussalam, wakil walikota, Kepala LPMP Aceh, Kadis PK, Ketua MPD, dan undangan lainnya.

Selain Pengukuhan Tim Satgas Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah Kota Subulussalam oleh Walikota Subulussalam, juga diberikan piagam kepada LPMP Aceh. Juga dilaksanakan MoU antara Kepala LPMP Aceh dengan Walikota Subulussalam. MoU dimaksud terkait rencana menjadikan Subulussalam menjadi pusat zonasi tempat pelatihan bagi guru, PPG, cakep, cawas, dan pelatihan lainnya bagi Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, Abdya, dan Aceh Tenggara.

Dalam hal ini, Walikota Subulussalam diminta mempersiapkan lahan. Sementara Kepala LPMP mengupayakan bangunan dari pusat.

Ekspos dan Dialog Pendidikan

Pada kesempatan itu, Kepala LPMP Aceh juga melakukan eskpos pendidikan, di hadapan 1.650 guru di pendopo walikota. Dalam acara tersebut juga dikemas dialog interaktif dengan tema: Guru Bertanya Pejabat Menjawab. Sebagai narasumber dialog adalah Kepala LPMP Aceh, walikota, wakil walikota, Ketua DPRK, Kepala Bappeda, Asisten III, dan Kepala Dinas PK. Sedangkan yang menjadi moderator adalah Ketua MPD Kota Subulussalam.

Disebutkan, bahwa Kepala LPMP Aceh mengerahkan para personil yang terhebat di LPMP. Hal ini dalam rangka mengejar ketertinggalan pendidikan di Kota Subulussalam.

Sebab saat ini, sebagaimana diketahui, bahwa Subulussalam menduduki rangking 23 dari 23 kabupaten/kota untuk tingkat SD. Lalu rangking 17 dari 23 kabupaten/kota untuk tingkat SMP. Ini adalah peringkat untuk seluruh Aceh.

“Itu data untuk tahun 2018. Serta ke depan kita fokus peningkatan kualitas pendidikan,” kata Kepala LPMP Aceh.

reporter | Rinto Berutu

Advertisement

Related posts

Leave a Comment