You are here
Yuk Intip Pembuatan ‘Paving Block’ Plastik Warga Desa Sumber Padi Batubara dari Bank Sampah Daerah Tekno 

Yuk Intip Pembuatan ‘Paving Block’ Plastik Warga Desa Sumber Padi Batubara dari Bank Sampah

topmetro.news – Di tengah sorotan publik masih berfokus pada pengelolaan dana desa, Pemkab Batubara atau dalam hal ini Pemerintah Desa Sumber Padi di bawah koordinasi pihak Kacamatan Limapuluh, telah menggandeng segenap warganya untuk mengembangkan program ‘bank sampah’ tepat guna dari limbah sampah organik dan un-organik.

Selasa (3/12/2019) sekira pukul 13.30 WIB, saat ditemui di dalam workshop sekaligus gerai produksi ‘bank sampah’, Darwis Tanjung selaku Ketua Kelompok Usaha Bersama sebagai pengelola sampah jenis plastik yang kemudian diolah menjadi sebentuk ‘paving block’ yang siap pakai, mengaku bahwa awal mula dilaksanakan usaha ini atas ide dari Camat Limapuluh Adri Aulia Harahap SSTP.

Darwis juga mengungkapkan, bahwa komposisi ‘paving block’ itu terdiri dari campuran pasir sungai dengan jenis plastik tipis. Seperti plastik jenis asoy dan plastik es (kategori plastik sembarang), plastik bekas kemasan air mineral maupun plastik dari tutup botol yang sudah dicairkan dengan cara dibakar dalam sebuah wadah terbuat dari drum besi bekas.

“Tujuan utama kami, selain agar Desa Sumber Padi terbebas dari sampah serta warganya bisa hidup lebih sehat, juga guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Jadi sampah plastik kami kumpulkan dengan cara membelinya dari warga desa. Harganya bervariasi. Yaitu untuk plastik sembarang kita harga senilai Rp300 per kilogram. Sedang untuk plastik dari kemasan air mineral maupun tutup botol sedikit lebih mahal,” urainya.

Dijelaskan Darwis, bahwa berat satuannya agak sedikit lebih ringan dibandingkan dengan ‘paving block’ terbuat dari campuran pasir sungai dengan Semen. ‘Paving block’ buatan kelompok usaha bersama warga Desa Sumber Padi tersebut, dipastikan Tanjung akan lebih ekonomis. Sebab selisih harganya lebih murah sampai sebanyak Rp200 dalam satu unitnya. Yakni hanya Rp1.300 saja harga per keping.

Paving Block Super

Selain bernilai lebih ekonomis sebab harga lebih murah, ‘paving block’ produksi warga Desa Sumber Padi ini memiliki kekuatan luar biasa.

Ini dapat dibuktikan setelah uji kelayakan atau eksperimen yang dilakukah pemerintah desa, sebagaimana diungkapkan Efendy Saragih selaku kepala desa setempat. “Kalau soal mutunya pasti sangat dijamin. Jangan cuma dilindas sama truk tronton. Alat berat pun kalau menggilingnya dipastikan tidak apa-apa,” kata Saragih.

“Jadi kalau soal kekuatan maupun harganya, Inshaa’Allah masih bisa dipilih. Tapi yang jadi kendala, yaitu soal permodalan. Makanya sampai hari ini, di workshop kelompok usaha bersama warga desa kami ini, masih baru sebatas di lakukan eksperimen saja. Setengah kilogram plastik dapat menghasilkan satu unit ‘paving block’. Sedang per 15 menit bisa memproduksi 10 sampai 15 unit,” ujarnya.

Sementara itu secara terpisah ketika ditemui media ini, Camat Limapuluh Adri Aulia Harahap SSTP menjelaskan, ‘bank sampah’, merupakan salah satu solusi untuk mengumpulkan sampah dari masyarakat secara komprehensif. Yang nantinya akan disetorkan ke tempat pembuatan ‘paving block’ plastik dari para pengepul sampah.

“Rencana ke depan, Pemkab Batubara melalui pemerintahan setiap desa di wilayah kecamatan kami nantinya akan meluncurkan ‘bank sampah’ sebagai inovasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sekaligus membantu pemerintah guna mengurangi volume sampah,” terang Adri.

Pengolaan Bank Sampah

Ia mengatakan, pengelolaan ‘bank sampah’ dari limbah plastik dimaksudkan untuk menanggulangi bertumpuknya sampah saat ini. Selain itu, sampah-sampah yang ada akan dipilah sesuai dengan kelompok masing-masing. Sedangkan sampah un-organik dari jenis plastik akan dibersihkan lebih dulu sebelum akhirnya akan diolah menjadi sebuah ‘paving block’.

“Jadi sampah plastik di setiap rumah tangga masyarakat setempat nantinya akan lebih bernilai ekonomis dan menjadi lebih berguna. ‘Paving block’ yang terbuat dari sampah-sampah plastik tersebut kami rencanakan bisa menjadi pengganti rabat beton atau lapen jalan desa. Itu salah satu bentuk efisiensi penggunaannya, selain seperti umumnya digunakan untuk halaman rumah pribadi, rumah ibadah, maupun areal parkir perkantoran,” tutupnya.

reporter | Bima Pasaribu

302 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment