You are here
PT LIB Belum Tentukan Jumlah Subsidi Klub di Liga 1 Indonesia 2020 Olahraga 

PT LIB Belum Tentukan Jumlah Subsidi Klub di Liga 1 Indonesia 2020

topmetro.news – Direktur Utama PT LIB (Liga Indonesia Baru) Cucu Somantri mengatakan, pihaknya belum menentukan jumlah subsidi, untuk klub-klub Liga 1 Indonesia 2020.

“Ini saja liga belum bergulir. Sekarang sponsornya siapa, dapat pemasukan dari mana saja. Menentukannya bagaimana dong?” ujar Cucu di Jakarta, pada Kamis (13/02/2020).

Menurut pria yang juga menjabat wakil ketua umum PSSI tersebut, pihaknya tidak mau mengumbar janji soal jumlah subsidi.

Saat ini, dia melanjutkan, PT LIB masih menghitung pemasukan, yang didapatkan operator Liga 1 dan Liga 2 untuk musim 2020.

Kemudian, jumlah itu disesuaikan dengan kebutuhan klub. Informasi tentang hal tersebut, lanjut Cucu, sebagian besar didapatkan dari perwakilan klub yang duduk di komisaris LIB, yakni Munafri Arifuddin (CEO PSM Makassar) dan Ferry Paulus (Direktur Olahraga Persija).

“Makanya kan, di LIB ada dua komisaris yang merupakan perwakilan dari klub. Hal itu supaya kita mengetahui kebutuhan operasional klub berapa, sehingga bisa ditentukan subsidinya,” tutur dia.

Meski demikian, Cucu menyebut bahwa PT LIB berupaya keras, agar subsidi klub-klub Liga 1 Indonesia 2020, tidak lebih kecil dibandingkan musim sebelumnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2019, setiap klub Liga 1 mendapatkan subsidi sebesar Rp5 miliar. Lalu ada dana tambahan sebesar Rp2,5 miliar untuk pembinaan usia muda. “Masa kami datang subsidi malah turun? Kami berharap bisa tingkatkan dan kami akan bekerja keras untuk itu,” tutur Cucu.

LIB sendiri masih terjerat utang pembayaran subsidi, ke klub-klub Liga 1 Indonesia 2018. Cucu menyadari hal tersebut, dan menegaskan PT LIB berusaha untuk menunaikan semua kewajiban. “LIB akan menyelesaikan kewajiban kami sebelumnya,” kata dia.

Liga 1 Indonesia 2020 berlangsung mulai 29 Februari, dan dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2020.(TMN)

sumber | antaranews.com

Berita Lainnya

Leave a Comment