#

Pemprov Sumut Lawan Virus Corona, Gubernur Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Jangan Panik

virus corona
Advertisement

topmetro.news – Dunia sepakat bahwa Virus Corona atau Covid-19 adalah bencana yang secara massif bergerak melanda seluruh belahan dunia, bergiliran hingga tak satupun negeri yang tidak disinggahi. Panik ?…Ya tidak sedikit yang menjadi korban dan tidak sedikit pula berakhir pada kematian.

Covid-19 adalah bencana! Banyak mendadak beralih profesi, seketika menjelma menjadi analis, konsultan bahkan dokter spesialis/ahli Covid-19 dengan berbagai opini. Komentar termasuk nasehat-nasehat pola hidup sehat dengan resep/ramuan mujarab, disamping analisa-analisa dan pendapat ‘tambahan’ dari berbagai aspek keilmuan yang secara langsung maupun tidak langsung pada akhirnya ikut serta meramaikan kepanikan. Kepanikan menjadi milik bersama tidak pandang bulu, tidak pandang intelektualitas dan cara berfikir. Semua gejala atau kejadian praktis terhubung dengan Covid-19 termasuk kematian itu sendiri.

Virus Corona
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu

Covid-19 adalah bencana!. Bahwa Tuhan punya banyak cara untuk memanggil kembali insan ciptaan Nya melalui kematian, adalah ajaran yang kita yakini kebenarannya. Covid 19 tidak akan mampu menggoyahkan.

Sekali lagi Covid-19 adalah bencana. Akal sehat menjadi korbannya. Kepanikan telah menjadi pemenangnya dengan kepanikan berita kematian si A langsung disimpulkan sebagai akibat Covid 19, si B mengalami batuk, demam juga disimpulkan sebagai akibat Covid 19.

Covid-19 memang bencana. Mari kita hadapi dengan akal sehat, pola hidup sehat serta upaya-upaya pencegahan sebagaimana yang telah di-protokol-kan dan yang terpenting bijaklah dalam bermedsos. Enyahkan kepanikan.

Lalu , bagaimana dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melawan Virus Corona atau Covid-19.

Imbauan Gubsu

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah bersama jajarannya mengajak masyarakat Sumut secara bersama-sama melawan Covid-19 dengan berbagai persiapan dilakukan.

Pemprov Sumut bergerak cepat mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sejak Senin, 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus ibu dan anak di Depok, Jawa Barat, positif Covid-19 maka Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah meminta semua petugas kesehatan yang ada di Sumut senantiasa siap dalam menghadapi penyebaran virus tersebut. Masyarakat juga diminta tidak panik dan bertindak berlebihan.

virus corona
Foto: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi meninjau Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung Jalan Agus Salim Kota Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (1/4/2020). Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumut menyerahkan Rapid Test dan memperagakan cara penggunaan Alat Pelindung Diri (ADP) yang benar sesuai protokol penanganan Virus Corona Disease (Covid 19). (topmetro.news/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut)

Upaya melawan penyebaran Covid-19, menurut orang nomor satu di daerah Sumut ini terus dilakukan pemerintah. Social distancing atau menjaga jarak terus digalakkan, physical distancing serta pola hidup bersih dan sehat bahkan untuk tidak keluar rumah (stay at home) kecuali untuk keperluan yang mendesak. Meskipun ini belum dirasa efektif diimplementasikan oleh masyarakat.

Medan, salah satu kota terbesar di Indonesia, masyarakatnya belum sadar betul untuk melakukan social dan physical distancing bahkan stay at home.

Akhirnya setelah Penetapan Siaga Darurat sejak 17 Maret 2020 hingga 30 Maret 2020 , Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiperpanjang sekaligus menaikkan status menjadi menjadi Tanggap Darurat hingga 29 Mei 2020, sebagaimana tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/200/KPTS/2020 yang ditetapkan pada tanggal 3 April 2020.

Gubernur Sumut juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menutup sementara aktivitas pada cafe, klub malam, diskotik, karoke dan tempat hiburan lainnya.

“Kita menyadari bahwa wabah Covid-19 telah berdampak memperlambat perekonomian di Sumut, untuk itu imbau kepada masyarakat dan pengusaha agar terus menjaga stabilitas perekonomian, ketersediaan bahan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat lapisan bawah serta mengurangi resiko pemutusan hubungan kerja, ujar Gubernur Edy.

Bahkan bukan itu saja, Edy Rahmayadi juga mengeluarkan surat perintah kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumut untuk meliburkan sekolah hingga 29 Mei 2020, untuk menghindari Covid-19 yang sudah mewabah di dunia ini. Demikian juga untuk kampus-kampus yang ada di daerah ini dilakukan proses belajar-mengajar secara online. Hal itu dilakukan Pemprov Sumut untuk percepatan penanganan Covid-19 di daerah ini.

Rumah Sakit Rujukan Penanganan Virus Corona

Sementara untuk penanganan Covid-19 ini, Edy Rahmayadi yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut telah melakukan penanganan Covid-19 di Sumut dengan menyiapkan pos-pos di masing-masing rumah sakit dan bersinergi dengan berbagai pihak terkait.

virus corona
Foto: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi membagikan secara simbolis tempat cuci tangan portabel ke seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan, di pelataran Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman 41 Medan, Senin (30/3/2020). (topmetro.news/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut)

Pemprov Sumut bersama Pemerintah kabupaten/kota telah menyiagakan 206 rumah sakit di seluruh Sumut. Namun ada rumah sakit yang dijadikan rujukan utama di antaranya RS RSUP Haji Adam Malik, RSUD Kabanjahe, RSUD Djasamen Saragih, RSUD Tarutung dan RSUD Padangsidimpuan.

Pemprov Sumut juga telah menyiagakan beberapa rumah sakit evakuasi setelah RS rujukan utama, di antaranya RS GL Tobing, RS Marta Friska, RS Sari Mutiara, RS Haji Medan. Selain rumah sakit, gedung milik Pemprov Sumut dan instansi lain juga ikut disiapkan, yakni Wisma Atlet Jalan Pancing Deliserdang, Gedung Diklat BPSDM Sumut, Sekolah Polisi Negara Sampali dan asrama haji Medan.

“Total ruang yang disiapkan ada 1000 kamar,” ujar Gubernur.

“Kita terus berupaya untuk menambah ini (RS), begitu juga dengan Alat Pelindung Diri (APD), rapid test dan berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ujar Gubernur ketika meninjau fasilitas RSUD Tarutung.

Sampai saat ini, katanya, Pemprov Sumut akan terus mengevaluasi untuk memastikan beberapa rumah sakit di Sumut siap bila terdapat kasus pasien terinfeksi Covid-19. Untuk itu, Gubernur telah meninjau secara langsung RSUD Tarutung, RS GL Tobing, RS Marta Friska, RS Sari Mutiara, dan sejumlah RSUD di sejumlah daerah.

Selain kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, masyarakat juga diimbau agar tidak panik dan tidak memanfaatkan keadaan ini untuk mencari keuntungan pribadi. Dari laporan yang diterima, ada lonjakan harga masker, dan masyarakat juga mulai memborong kebutuhan pokok.

Call Centre Penanganan Virus Corona

Covid-19 terus meluas persebarannya. Upaya pencegahan terus dilakukan. Masyarakat di ajak agar tidak panik terhadap Covid-19. Di Sumut, upaya pencegahan juga dilakukan. Berbagai pintu masuk menuju Sumut diawasi. Termasuk membuka layanan telepon atau call centre.

Ini merupakan perintah dari Gubernur Sumut kepada Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan untuk membuat Call Centre guna melayani masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait Covid-19.

Nomor kontak yang bisa dihubungi adalah 0821-6490-2482. Masyarakat bisa bertanya informasi gejala dan rumah sakit rujukan bila terindikasi mengalami gejala virus corona.

“Yang jadi prioritas adalah call center hari ini harus sudah diaktifkan. Kalau call center ini kami harapkan bisa segera, supaya bisa membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat. Antisipasi juga makin diperketat di sejumlah jalur masuk dan keluar seperti bandara melalui alat thermal scan, health alert card (HAC) dan ruang observasi khusus,” jelasnya.

virus corona
Foto: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah, dan Kepala Dinas Sosial Rajali, menerima donasi dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia Cabang Medan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Sudirman 41 Medan, Rabu (15/04).(topmetro.news/Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu)

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Bila mendapatkan informasi, lebih baik mencari tahu kebenarannya lebih dulu daripada mengakibatkan kepanikan.

“Kita sudah siapkan agar rumah sakit rujukan mempersiapkan ruangan-ruangan apabila ada masyarakat yang terjangkit virus corona,” terangnya

Imbauan kepada Pemda dan Swasta

Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, Gubernur menyerukan kepada pemerintah kabupaten/kota, para pelaku industri dan seluruh masyarakat Sumut untuk terlibat langsung dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Kepada Pemkab/Pemko, diminta segera melakukan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. “Lakukan pemetaan kegiatan dan prioritaskan kepada penanganan isu Covid-19 dengan tetap mempertahankan kestabilan ekonomi masyarakat,” kata Gubernur.

Lima protokol penanganan Covid-19 harus diterapkan sepenuhnya, yakni kesehatan, komunikasi publik, transportasi dan area publik, institusi pendidikan, dan menjaga pintu masuk ke wilayah Sumut. Memangkas anggaran kegiatan-kegiatan APBD tahun anggaran 2020 yang manfaatnya tidak langsung menyentuh kepada masyarakat serta tidak melaksanakan perjalanan dinas dalam dan luar daerah ataupun ke luar negeri.
“Juga menunda seluruh kegiatan berupa rapat-rapat atau pertemuan yang mengahdirkan banyak peserta,” kata Edy Rahmayadi.

virus corona
Foto: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberi pengarahan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan virus corona Sumatera Utara saat meninjau Rumah Sakit (RS) Martha Friska II di Komplek Multatuli Medan, Rabu (01/04). Besok, Kamis (02/04) pukul 10.00 WIB akan diadakan simulasi penanganan pasien Covid-19 sekaligus dibukanya RS Martha Friska Multatuli untuk pasien Covid-19.(topmetro.news/Biro Humas & Keprotokolan Stdaprovsu)

Pemkab/Pemko juga diminta meniadakan kegiatan yang menghadirkan orang banyak dan aktivitas yang mengundang keramaian kecuali pasar atau rumah makan dan apotik serta sarana pemeliharan kesehatan.

Kepada instansi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, terutama sektor pekerjaan umum, perhubungan, pertanian, kelautan dan perikanan dan pengelola dana desa agar mengutamakan program padat karya dalam rangka membantu masyarakat, terutama para pekerja harian, petani, buruh tani dan nelayan.

Jaminan Ketersedian Bahan Pokok

Kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah, Gubernur menyerukan agar dapat menjamin ketersediaan bahan pokok, menjaga kestabilan harga dengan tetap memperhatikan kesejahteraan petani.

“Saya juga instruksikan agar jangan sampai ada yang melakukan penimbunan barang yang mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan harga. Kami akan tindak tegas jika menemukan para penimbun atau spekulan harga,” kata Gubernur.

Untuk sekolah, Gubernur menyerukan instansi pendidikan, mulai dari sekolah tingkat dasar hingga perguruan tinggi untuk melakukan belajar di rumah dengan sistem jaringan (daring). Selanjutnya, mengatur sistem kerja perkantoran baik swasta maupun pemerintah melalui sistem kerja dari rumah. Bahkan ASN di lingkungan Pemprov Sumut hari ini sudah mulai bekerja dari rumah selama dua pekan.

Percepat realisasi rencana belanja daerah melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan dengan menyesuaikan kondisi yang ada. Kepada Bulog diminta agar dapat menjaga stok bahan pangan utama cukup sampai 6 bulan ke depan terutama beras.

Kepada pelaku industri dan masyarakat di Sumut agar menerapkan social distancing dan phsycal distancing, menjaga jarak fisik antar manusia serta hidup sehat. Perusahaan juga diimbau untuk memberlakukan sistem bekerja dari rumah kepada para pekerjanya. Termasuk instansi pemerintah dan swasta.

“Bagi kalangan industri untuk memberlakukan sistem bekerja bergiliran semaksimal mungkin dengan tetap memberikan hak pekerja dan jangan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau penghentian kontrak kerja,” kata Gubernur.

virus corona
Foto: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meninjau persiapan Rumah Sakit dr GL Tobing PTPN II Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, sebagai sarana utama penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona yang akan dirawat, Jumat (20/3).(topmetro.news/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut)

Untuk sektor UMKM dan pekerja sektor informal seperti transportasi online, Gubernur mengharapkan agar dapat memanfaatkan kebijakan penundaan cicilan UMKM dan transportasi online yang diberikan pemerintah pusat serta mendorong masyarakat untuk membeli produk UMKM dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi atau mengunakan aplikasi belanja, sehingga mengurangi pertemuan langsung namun dengan tetap menjaga kewaspadaan.

Gubernur juga mengingatkan bahwa tenaga medis seperti dokter dan perawat adalah garda terdepan penanganan covid-19. Para pengusaha dan masyarakat berkemampuan juga diharapkan dapat memberi dukungan berupa donasi untuk membantu penyediaan peralatan pendukung untuk dokter dan tenaga medis yang berjuang di garda terdepan.

Seluruh masyarakat juga kembali diingatkan, agar mematuhi imbuan untuk tetap di rumah. Mengingatkan Indonesia agar tidak seperti Italia yang saat ini jumlah kasusnya sudah banyak. Untuk itu masyarakat harus disiplin mematuhi imbauan tersebut sehingga Covid-19 tidak menyebar lebih luas lagi.

Edy Rahmayadi juga mengajak masyarakat bergotong royong saling membantu upaya perangi Covid-19, Edy berharap apa yang dikatakannya bisa dilakukan. Dia juga mengajak masyarakat untuk saling bergotong royong melawan persebaran virus corona.

“Saudara-saudaraku mari kita kembalikan nilai-nilai persaudaraan kita. Bagi yang memiliki kelebihan rezeki , dapat membantu saudara-saudara yang kesulitan. Dengan bersama-sama kita bisa melewati fase-fase yang tidak baik ini. Kepada Tuhan, kita memohon perlindungan dan mohon ampun. Semoga kondisi buruk ini segera berlalu dan kehidupan kita kembali normal,” pungkasnya.

Advetorial

Advertisement

Related posts

Leave a Comment