topmetro.news, Medan – Kantor LBH DPP HBB (Horas Bangso Batak) Jalan Menteng VIII Kota Medan, dibobol maling. Sebelum melakukan pencurian, para pelaku diduga terlebih dahulu melakukan pengrusakan.
Kejadian pengrusakan dan pencurian itu berlangsung pada Hari Jumat dini hari (20/3/2026), diperkirakan sekira pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.
Atas kejadian tersebut, pada hari yang sama, Ketua LBH DPP HBB Tomson Marisi Parapat SH langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan.
“Hari ini saya selaku Ketua LBH HBB, Tomson Marisi Parapat SH, telah melaporkan pencurian dan pengrusakan yang terjadi pada tanggal 20 Maret 2026, sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, di Jalan Menteng VII Nomir 101, yakni, Kantor LBH Horas Bangso Batak, ke Polrestabes Medan,” ujarnya.
Tomson Parapat menduga, bahwa pelaku adalah orang yang sudah sering melakukan pencurian di daerah itu. “Kita menduga, pelaku adalah orang yang sudah sering melakukan pencurian di daerah tersebut dan diduga orangnya tinggal di lingkungan sekitar Kantor LBH HBB juga,” sebut Ketua DPD HBB Sumut ini.
Dia menambahkan, berdasarkan pemantauan mereka, terduga pelaku masih berkeliaran. Dia berharap, aparat kepolisian segera melakukan penangkapan. “Terduga pelaku masih berkeliaran di belakang Kantor LBH HBB, seberang tol, di daerah Jermal, hingga sampai saat laporan ini kami buat,” katanya.
“LBH Horas Bangso Batak meminta, agar segera laporan kami ditindaklanjuti dan menangkap pelaku-pelakunya dalam waktu yang sesingkatnya,” harap Tomson Parapat.
Laporan itu sendiri sudah diterima oleh Ipda Sahala Tua Manalu SH, atas nama Ka SPKT Polrestabes Medan, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/1135/III/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1135/III/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 20 Maret 2026 pukul 15.46 WIB.
Dalam LP disebutkan, bahwa terlapor adalah atas nama EM. Lalu, dalam LP juga dijelaskan, barang yang hilang antara lain, pipa AC ruang belakang dan pipa AC ‘out door’ sebanyak empat unit. Selain itu tujuh batang pipa tembaga ‘out door’ dan mesin AC juga hilang. Jumlah kerugian ditaksir sebesar Rp10 juta.
reporter | Raja P Simbolon

