Harga Naik Drastis, Semen Langka di Siantar Simalungun

topmetro.news, Simalungun – Dua bulan terakhir ini berbagai jenis bahan material bangunan mengalami kenaikan drastis di daerah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, Sumut.

Sesuai informasi yang beredar di kalangan kontraktor menjelaskan, harga jenis bahan material yang naik melambung antara lain semen, tripleks, seng jenis spandek, besi cor, rangka baja ringan, hotmix, dan ready mix.

Kenaikan harga tersebut sangat berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan atau proyek milik Pemkab Simalungun maupun Pemko Pematangsiantar untuk Tahun Anggaran 2026, yang sebahagian telah berjalan.

Khususnya bahan material seperti Semen Padang, semen merek Merdeka dan Ready Mix. Sebelumnya Semen Padang ukuran 40 kilogram harganya Rp57.000 – Rp59.000 per zak, naik menjadi Rp75.000 – Rp80.000 per zak. Semen merek Merdeka ukuran 40 kilogram sebelumnya Rp51.000 – Rp52.000 per zak, naik jadi Rp65.000 – Rp70.000 per zak.

Demikian juga bahan bangunan lainnya mengalami kenaikan mencapai 30 persen dari harga sebelumnya.

Disebut-sebut kanaikan harga semen itu diakibatkan peredarannya akhir-akhir langka di toko bahan bangunan.

Sementara itu, hasil keterangan distibutor semen di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Dua, Parluasan, Rambung Merah, Jalan Bandung, Jalan Cokroaminoto Kota Siantar (Doan Jaya, Horas Jaya, Siantar Jaya, Bintang Terang, Central Baja) mengakui, bahwa peredaran semen di Sumut saat langka. Namun secara pasti belum diketahui penyebabnya.

Ketua BPC Gapensi Siantar Simalungun Henry Tedi Silalahi didampingi Wakil SekretarisTumpak Panjaitan dan Delman Gultom, Selasa (30/6/2026), di Jalan Sutomo Kota Siantar ketika diminta topmetro.news tanggapannya, membenarkan bahwa peredaran semen langka hingga mengalami kenaikan.

“Meminta Pemerintah Pusat, provinsi, dan daerah agar melakukan pengawasan ekstra kepada para distributor semen. Sebab kelangkaan semen berpengaruh besar terhadap kegiatan pembangunan, khususnya proyek pemerintah yang sedang berjalan,” tutur Henry Tedi Silalahi.

reporter | Tumpak Panjaitan

Related posts

Leave a Comment