Bank Sumut Diganjar Apresiasi Kementerian UMKM, KUR 0% Jadi Kunci Kebangkitan Usaha di Sumut

topmetro.news, MEDAN – PT Bank Sumut mendapat apresiasi dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atas perannya dalam mendukung pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara. Dukungan tersebut diwujudkan melalui perluasan akses pembiayaan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema subsidi bunga 0% bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM, Ginda P. Siregar, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha bagi Wirausaha Terdampak Bencana Regional 1 Sumatera Utara di Hotel Grand Antares, Medan, Jumat (23/10/2026). Kegiatan bertema “Bangkitkan Usaha, Perkuat Produk, Perluas Pembiayaan” ini diikuti 607 wirausaha dari delapan kabupaten/kota, yakni Medan, Langkat, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Batu Bara, Asahan, dan Serdang Bedagai.

Pemulihan usaha pascabencana menjadi perhatian penting karena banyak pelaku UMKM menghadapi berbagai kendala, mulai dari kerusakan sarana produksi, kehilangan bahan baku dan persediaan, terganggunya distribusi, hingga keterbatasan akses pasar dan modal. Karena itu, pemulihan tidak cukup hanya mengembalikan kegiatan produksi, tetapi juga harus membantu memulihkan pendapatan keluarga, menjaga lapangan pekerjaan, dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Sumut menghadirkan program KUR dengan skema subsidi bunga 0% sebagai salah satu bentuk dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Program ini diharapkan memberikan ruang bagi usaha yang memenuhi ketentuan untuk memperoleh pembiayaan dengan beban bunga yang disubsidi, sehingga modal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat usaha, dan memperluas jangkauan pasar. Ketentuan, persyaratan, serta ketersediaan program tetap mengikuti kebijakan yang berlaku.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 238 peserta mengikuti kelas akses pembiayaan, sementara 200 peserta mengikuti kelas produksi dan 169 peserta lainnya mengikuti kelas akses pasar. Pada kelas pembiayaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan, pengelolaan arus kas, kesiapan administrasi, serta berbagai alternatif pembiayaan. Bank Sumut turut hadir bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara, Ir. Yuliani Siregar, M.AP., menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat UMKM. Ia juga mendorong para pelaku usaha mempersiapkan rencana bisnis, legalitas, dan administrasi dengan baik agar lebih siap mengakses pembiayaan perbankan. “Pelaku usaha perlu mempersiapkan usahanya dengan baik, mulai dari rencana bisnis, legalitas hingga administrasi. Ketika persyaratan sudah lengkap, kami dapat membantu menjembatani pelaku usaha dengan Bank Sumut,” ujar Yuliani.

Melalui kolaborasi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, dukungan pembiayaan diharapkan tidak hanya membantu UMKM melewati masa sulit pascabencana, tetapi juga membuka peluang untuk tumbuh lebih kuat dan berdaya saing. Bank Sumut diharapkan terus mengambil peran sebagai mitra strategis dalam memperluas akses keuangan serta mendorong kebangkitan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian Sumatera Utara.

penulis | Erris 

Related posts

Leave a Comment