topmetro.news, Samosir – Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen mendukung percepatan pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan melalui penyiapan infrastruktur pendukung. Dukungan tersebut meliputi pembukaan dan peningkatan akses jalan, pematangan lahan, fasilitasi perizinan hingga koordinasi penyediaan jaringan listrik.
Komitmen itu disampaikan Bupati Samosir Vandiko T Gultom dalam kunjungan ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan sekolah unggulan berasrama yang direncanakan berdiri di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan.
Kompleks pendidikan tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 3,2 hektare, berdekatan dengan Puskesmas Buhit, dengan proyeksi investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar yang dilaksanakan dalam empat fase.
Bupati Vandiko menegaskan, Pemkab Samosir akan mengupayakan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah. Hasil pembahasan bersama yayasan juga akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan anggaran tahun 2027.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan, kami akan dukung. Alat berat juga akan kita siapkan, termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegas Vandiko.
Kepala Dinas PU Kabupaten Samosir Rudimanto Limbong menjelaskan, sebagian akses menuju lokasi pembangunan telah mulai ditangani melalui pekerjaan perabatan jalan. Selanjutnya, pemerintah daerah akan mendukung pembukaan akses dengan lebar sekitar 6–7 meter untuk mempermudah mobilisasi material dan kebutuhan pembangunan.
“Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi guna mendukung mobilisasi pembangunan,” jelas Rudimanto.
Selain akses jalan, dukungan alat berat juga disiapkan untuk membantu pematangan lahan. Pemkab Samosir turut memfasilitasi kebutuhan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta berkoordinasi terkait penyediaan jaringan listrik.
Pembangunan SMA Plus Santo Mikael direncanakan mencakup gedung sekolah, asrama putra dan putri, aula, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, taman siswa, green house, lahan pertanian, area parkir dan fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan infrastruktur pendukung tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kompleks pendidikan dapat dibangun dan beroperasi sesuai rencana. Yayasan menargetkan pembangunan asrama mulai dilaksanakan tahun ini, sementara penerimaan siswa baru direncanakan pada tahun ajaran 2027.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan yayasan, pembangunan SMA Plus Santo Mikael diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan berasrama, tetapi juga memperkuat infrastruktur kawasan serta membuka peluang peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Samosir.
reporter | Tetty/Rel

