You are here
Doorr..!!! Begal Tewas Ditembak, Dikenal Sadis Bergelar “Si Raja Tega” Kota Medan 

Doorr..!!! Begal Tewas Ditembak, Dikenal Sadis Bergelar “Si Raja Tega”

Topmetro.News – Begal tewas ditembak polisi, Jumat (3/8/2018). Aksi begal yang tenar dengan gelar ”Si Raja Tega” itu terpaksa dihentikan polisi untuk selamanya setelah merampok korbannya bernama Loei Wie Loen (62) di Jalan MT Haryono, Kecamatan Medan Timur, yang belakangan diketahui telah meninggal dunia di Rs Teguh Murni, baru-baru ini.

Empat orang komplotan begal Si Raja Tega yang dikenal sadis itu digulung polisi, namun seorang diantara mereka terpaksa ditembak mati petugas.

“Keberhasilan penangkapan itu tidak terlepas dari pengembangan dilakukan petugas untuk membekuk para komplotan begal Raja Tega Medan,” ucap Kombes Pol Dadang Hartanto, Kapolrestabes Medan, Jumat (3/8/2018) di Medan.

Dadang mengakui para pelaku yang diburu itu masing-masing Muhammad Arif Lubis (31) warga Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Jefri Sitorus warga Kampung Baru, Ramadhan Manalu (36) warga Medan Barat dan Rahmat Sinaga (37) warga Kampung Aur.

Tersangka Arif, menurut Dadang, merupakan otak pelaku perampokan di Jalan MT Haryono.

Begal Tewas Ditembak Dikenal Cukup Sadis di Jalanan

Selain di Jalan MT Haryono, Arif juga terlibat perampokan bersama Jefri Sitorus di Jalan Candi Borobudur dengan korbannya, Hermalina Boru Sipayung, seorang wanita penumpang ojek online. Kelompok itu merupakan kelompok paling sadis kepada korban di jalanan.

“Jefri terpaksa ditembak mati karena menyerang petugas dengan senjata tajam saat di ringkus. Akibat dari serangan dilakukan Jefri itu, petugas mengalami luka-luka,” paparnya.

Baca juga: Begal Habisi Seorang Pria Tionghoa di Jalanan

Selanjutnya, Rahmat yang ditangkap itu terlibat mengambil uang korban sebanyak Rp 200 ribu. Rahmat merupakan seorang residivis dalam tindak kejahatan.

“Rahmat bukan membantu namun mencuri uang korban yang telah terkapar di Jalan MT Haryono,” ujar Dadang.

Polisi Minta Agar Pelaku Menyerahkan Diri

Dadang menambahkan, pelaku lainnya seperti Ramadhan Manalu berhasil kabur dari sergapan petugas Polrestabes Medan.

“Saya meminta kepada Ramadhan Manalu yang terlibat begal “Raja Tega” untuk menyerahkan diri 1×24 jam. Kalau tidak menyerahkan diri akan diberikan tindakan tegas oleh petugas Polrestabes Medan,” tegasnya.

Dadang mengakui, pelaku Ramadhan yang tercatat sebagai seorang residivis itu akan terus diburu hingga ke lubang semut sekalipun.

Orang nomor satu di Mapolrestabes Medan itu mengharapkan kepada masyarakat untuk melaporkan keberadaan Ramadhan. “Aksi begal harus ditindak tegas!” tandasnya.

Selain begal tewas ditembak, terhadap tersangka lainnya dikenakan pasal 365 KUHPidana.

“Mengakibatkan korbannya meninggal dunia, pelaku diancam hukuman 20 tahun atau seumur hidup.

Seperti diberitakan Topmetro.News sebelumnya, korban begal yang akhirnya meninggal dunia di rumahsakit Murni Teguh itu bernama Loei Wie Loen. Pria paruh baya yang akrab dipanggil Alun itu merupakan pedagang mie pansit di sekitar Pasar Beruang, Jalan Madong Lubis, Medan. Aksi begal yang dialami korban diduga saat lokasi jalanan sedang sepi di tempat kejadian perkara di Jalan MT Haryono, Kecamatan Medan Timur, Rabu (18/7/2018) sekira pukul 04.30 Wib.

Korban Loei Wie Loen (66) tercatat sebagai warga Jalan Sungai Deli Kp. Mesjid No. 16-E/2, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat. (TM-08)

161 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment