You are here
Ibu Rumah Tangga di Aceh Utara Mengeluh, Harga Telur Naik 50 Persen Ekonomi & Bisnis 

Ibu Rumah Tangga di Aceh Utara Mengeluh, Harga Telur Naik 50 Persen

Topmetro.News – Harga telur naik di Aceh Utara. Jenis telur ayam ras di pasaran di Kabupaten Aceh Timur misalnya naik hingga 50 persen. Tak pelak lagi, kalangan ibu rumah tangga di wilayah itu mengeluhkan harga telur naik. Pemerintah diminta untuk tetap mengawasi harga pangan di pasar, termasuk komoditi telur ayam yang sering dikonsumsi masyarakat.

Dari catatan Topmetro.News, komoditi telur ayam itu dijual dengan harga pasar Rp1.000 kini naik menjadi Rp1.500 per butir. Faktor penyebab harga telur naik menurut sejumlah pedagang lantaran tingkat permintaan meningkat, sementara pasokan masih terbatas.

Mencekik Leher, Telur Ayam Tetap Dibeli

Meskipun harga pasaran ‘mencekik leher’ namun konsumen tetap membeli, karena sudah menjadi kebutuhan, kata Ratna, warga Idi.

Ratna meminta pemerintah setempat untuk senantiasa memantau harga berbagai jenis pangan di pasaran, terutama telur ayam sehingga masyarakat tak terbebani dengan harga tawar yang sering tak logis.

“Sulit diterima akal dalam jangka kurang sebulan, harga telur naik sampai 50 persen dari harga sebelumnya. Kita minta pemerintah turun tangan,” kata konsumen lainnya, Betty warga Peureulak, Aceh Timur yang dihubungi terpisah.

Pemerintah Belum Cek Harga Telur Ayam Naik

Sementara Nazarina, Kabid Perdagangan di Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur kepada wartawan mengakui harga telur ayam mengalami kenaikan harga di pasaran.

”Hari ini, kita belum cek harga pasar, tapi hukum pasar biasanya ketika terjadi kenaikan harga distributor maka otomatis akan berpengaruh kepada harga jual di pasaran,” sebut Nazarina.

Harga Telur Naik di Tingkat Distributor

Linda, pedagang di Kota Idi, Aceh Timur menyebutkan harga jual telur ayam ras itu sebelum Idul Fitri Rp1.000 per butir, tapi sekarang justru naik menjadi Rp1.500 per butir.

Linda, Selasa (10/7/2018) menyebutkan meski harga telur ayam selama Ramadhan 1438 H sempat naik 30 persen atau Rp1.300 per butir, tetapi menjelang Idul Fitri harga telur ayam turun Rp1.000 per butir.

“Tapi setelah Idul Fitri harga telur telur naik hingga Rp1.500 per butir. Itu setara Rp45.000 per papan,” terang Linda.

Menurutnya, harga telur naik di pasaran terjadi menyusul tingginya harga tawar di tingkat distributor.

Linda menilai, meski harga telur naik tajam di pasar, pihaknya mampu menjual 20 hingga 30 papan telur ayam per hari. “Biasanya telur ayam yang dipasok ke sejumlah wilayah di Aceh Timur,” tukas Linda.(*)

86 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment