#

Dua Sejoli Jual 0,83 Gr Sabu dan Kurir 9,14 Gr Sabu Juga Sama-sama Dibui 8 Tahun

Dua sejoli dibui
Advertisement

topmetro.news – Dua sejoli, Masrainy Lubis alias Reni (35) dan Ade Anwar Nasution alias Dogol (37), sama-sama warga Jalan Menteng VII, Gang Berjuang, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai Kota Medan, Rabu (15/4/2021), di Cakra 6 PN Medan masing-masing dibui 8 tahun penjara karena jual sabu.

Selain itu keduanya juga kena hukum pidana denda Rp1 miliar. Subsidair (bila denda tidak terbayar maka ganti pidana) empat bulan penjara.

Dari fakta-fakta terungkap di persidangan majelis hakim dengan ketua Dominggus Silaban berkeyakinan, kedua terdakwa secara sah terbukti bersalah dengan percobaan permufakatan jahat tanpa hak menjual narkotika Golongan I jenis sabu seberat 0,83 gram.

Majelis hakim sependapat dengan JPU Tiorida Hutagaol. Bahwa dakwaan primair pidana Pasal 114 Ayat (1) jo. Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, telah terbukti.

Hal memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan. Kemudian mengakui dan menyesali perbuatannya. Serta belum pernah kena hukuman pidana sebelumnya.

Vonis Lebih Ringan

Hanya saja vonis dari majelis hakim lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU. Sebab pada persidangan sebelumnya, JPU menuntut kedua pasangan sejoli agar menjalani pidana masing-masing delapan tahun penjara. Serta denda Rp1 miliar subsidair enam bulan penjara.

“Baik penuntut umum maupun terdakwa dan penasihat hukumnya (PH) punya hak selama tujuh hari untuk pikr-pikir. Apakah terima atau melakukan upaya hukum banding atas putusan ini,” pungkas Dominggus.

Dalam dakwaan terurai, Minggu (13/9/2020) sekira pukul 12.00 WIB, dua saksi dari Ditresnarkoba Polda Sumut mengembangjan informasi tentang akan ada transaksi jual beli narkotika jenis sabu di Jalan Air Bersih Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Kemudian sekira pukul 16.30 WIB, saksi melihat kedua terdakwa melintas dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna biru dengan nomor Polisi BK 3111 ABQ dan langsung membekuk mereka. Petugas kemudian menyita tiga bungkus plastik klip tembus pandang berisi sabu seberat 0,83 gram sebagai barang bukti (BB).

Sabu tersebut dibeli dari Rahman seharga Rp700 ribu dan menurut rencana akan dijual kepada seseorang sebesar Rp1,2 juta.

Terdakwa Lain Juga 8 Tahun

Sementara dalam persidangan lain di Ruang Kartika, majelis hakim dengan ketua Mian Munthe menjatuhkan vonis, juga delapan tahun penjara, terhadap terdakwa Usman alias Man (35). Selain itu terdakwa mendapat hukuman denda Rp1 miliar. Subsidair empat bulan penjara

Warga Jalan Letda Sujono Gang Seram, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan itu, menurut keyakinan hakim, terbukti bersalah dengan percobaan permufakatan jahat menjadi perantara jual beli (kurir) sabu seberat 9,14 gram.

Majelis hakim juga sependapat dengan JPU dari Kejati Sumut yakni Abdul Hakim Sorimuda Harahap. Bahwa dakwaan primair, Pasal 114 Ayat (1) jo. Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, telah terbukti.

Vonis hakim lebih berat satu tahun dari tuntutan JPU. Sebelumnya JPU menuntut terdakwa agar dapat pidana tujuh tahun penjara. Serta denda Rp1 miliar subsidair enam bulan penjara.

Hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa juga tidak jauh beda dengan perkara terdakwa sepasang sejoli Masrainy Lubis dan Ade Anwar.

Dalam dakwaan disebutkan, Rabu (19/8/2020) sekira pukul 15.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh seseorang dengan maksud untuk memesan sabu seberat dua gram dengan harga Rp600.000. Terdakwa kemudian menghubungi pria bernama Lolom (DPO) dan membeli sabu seberat dua gram seharga Rp550 ribu.

Malang tak dapat ditolak, untung pun tak dapat diraih. Ternyata si calon pembeli adalah petugas kepolisian yang sedang melakukan penyamaran seolah calon pembeli. Alias ‘undercover buy’.

reporter | Robert Siregar

Advertisement

Related posts

Leave a Comment