#

Akibat Listrik Sering Mati, Perekonomian di Pulau Banyak Aceh Singkil Kini Terancam

pemadaman listrik
Advertisement

topmetro.news – Nelayan Pulau Banyak Aceh Singkil mengeluh akibat pemadaman listrik sejak sebulan terakhir. Akibatnya pabrik es di Pulau Banyak tersebut lumpuh total.

Sehingga para nelayan harus merogoh kocek tambahan tiga kali lipat untuk membeli es dari daerah Pemko Sibolga dan dari Kota Medan.

“Kami para nelayan di Pulau menjerit karena adanya pemadaman lampu oleh PLN sajak sebulan terakhir,” ucap H Anshar (Ganu) selaku Panglima Laut Lhok Desa Pulau Balai, Minggu (16/05/2021).

Stok es yang biasa disuplai oleh pabrik lokal tak lagi efektif. Mau tidak mau para nelayan harus membeli dari luar kota.

“Hal ini tentu menambah beban bagi para nelayan. Karena harus mengeluarkan dana ekstra untuk membeli es tiga kali lipat. Ditambah lagi pasokan es yang dibawa dengan mobil bak terbuka dari luar berkurang hingga 40%,” ujarnya.

Sebagai informasi, kebutuhan es per harinya bagi nelayan di Pulau Banyak mencapai 300 batang. Maka kalau mengandalkan pabrik es yang ada di daerah Kecamatan Singkil, tidak cukup.

“Kami berharap agar pihak PLN mencarikan solusi cepat, sehingga kebutuhan listrik kembali normal. Bila hal ini terus berlanjut, sudah barang tentu akan membuat para nelayan tak lagi bisa melaut. Jelas dampaknya ekonomi masyarakat kepulauan akan menurun drastis,” katanya.

“Tolonglah, untuk PLN Singkil mencarikan jalan keluarnya. Jangan buat nelayan menunggu lebih lama lagi. Intinya ini adalah persoalan yang sangat ‘urgent’ dan perlu penanganan cepat,” tutur Ganu.

Jawaban PLN Singkil

Sementara itu Kepala UPTD PLN Rayon Singkil Yandri Doni saat dikonfirmasi mengatakan bahwa mesin PLN di wilayah Pulau ada kendala. Dan saat ini sudah dalam perbaikan.

“Memang kita akui mesin PLN di Pulau sedang rusak dan kini tim teknis sedang perbaikan. Kendalanya di sparepartnya harus kita pesan dari luar. Karena ada mesin yang harus diganti dan hal ini memakan waktu agak lama,” ujar Yandri.

“Kita berharap akhir Mei ini bisa normal kembali. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Masyarakat kami mohon bersabar,” tutupnya.

reporter | Rusid Hidayat Berutu

Advertisement

Related posts

Leave a Comment