#

Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga: Garuda Indonesia tidak Boleh Hilang dari NKRI

PT Garuda Indonesia
Advertisement

topmetro.news – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk saat ini sedang di ujung tanduk. Hal itu karena minimya pemasukan, sehingga hutang membengkak, membuat maskapai penerbangan nasional itu limbung.

Langkah-langkah tengah berlangsung untuk penyelamatan Garuda. Seperti memberikan bantuan stimulus, pengajuan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), dan likuidasi.

Menurut Lamhot Sinaga, anggota Komisi VI DPR RI, bahwa apa pun langkah-langkah dalam upaya penyelamatan Garuda harus dapat dukungan, karena menyangkut nama negara.

“Jika salah satu langkah dengan memberikan bantuan stimulus baru, kalau keuangan negara memadai untuk membantu saya kira bagus. Yang terpentingkan penyelamatan Garuda itu sendiri,” kata politisi Partai Golkar ini, di Gedung DPR RI, Selasa (8/6/2021).

Lamhot melanjutkan, PKPU juga memang perlu sebagai langkah penyelamatan, walaupun pilihannya yaitu bantuan stimulus. “Dengan kekuatan PKPU siapa tahu bisa menjadi solusi baru. Dan kita dukung untuk dilakukan,” ujar dia.

Sedangkan untuk likuidasi, menurut Lamhot, tidak perlu berlaku, karena nantinya akan menjadi catatan buruk dalam sejarah penerbangan Indonesia. “Kita sudah punya sejarah masa lalu terhadap Merpati. Saya tidak mau ini terulang terhadap Garuda,” tegas Lamhot.

Lamhot menambahkan, penyelamatan Garuda adalah ‘urgent’, karena menyangkut nama negara. Dan di samping itu merupakan kebutuhan banyak orang. “Jika garuda tidak sehat yang terdampak adalah masyarakat banyak (umum). Maka harus diselamatkan secepat mungkin,” pungkas dia.

Alasan Garuda Terpuruk

Sebelumnya, pada Kamis (3/6/2021), dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan beberapa alasan yang menyebabkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam kondisi keuangan yang terpuruk saat ini.

Selain memang terpengaruh Pandemi Covid-19, persoalan lainnya adalah terkait penyewa pesawat atau lessor. Erick Thohir mengatakan, saat ini Garuda Indonesia bekerja sama dengan 36 lessor. Di mana sebagian terlibat dalam tindakan koruptif dengan manajemen lama.

reporter | Zepri S

Advertisement

Related posts

Leave a Comment