Topan Chanthu Ancam China, Sekolah dan Penerbangan Ditutup

Topan Chanthu Ancam China, Sekolah dan Penerbangan Ditutup
Advertisement

topmetro.news Angin topan Chanthu bergerak mendekati China setelah sebelumnya menyapu Taiwan. Sejumlah penerbangan dibatalkan, sekolah dan kereta bawah tanah ditutup di Shanghai untuk mengantisipasi kedatangan topan Chantu.

Menurut otoritas Kota Shanghai, kecepatan angin topan Chanthu lebih dari 170 kilometer per jam. Kekuatan angin telah diturunkan dari kategori topan super menjadi topan kuat pada Minggu malam. Diperkirakan angin akan melemah secara bertahap meski hujan lebat mengancam wilayah pesisir.

Provinsi Zhejiang di dekat Shanghai menaikkan status menjadi tanggap darurat ke tingkat tertinggi pada hari Minggu. Provinsi ini juga menutup sekolah dan menangguhkan penerbangan serta layanan kereta api di beberapa kota, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.

Zhejiang mengeluarkan peringatan merah untuk banjir bandang di sembilan distrik. Pelabuhan Ningbo, pusat pengangkutan peti kemas terbesar kedua di China setelah Shanghai, telah menangguhkan operasinya sejak Minggu siang.

Pelabuhan Ningbo baru kembali normal setelah terjadi kemacetan parah akibat hantaman topan In-Fa di akhir Juli. Terminal di pelabuhan juga sempat ditutup akibat ditemukannya kasus Covid-19 pada pertengahan Agustus lalu.

Di Shanghai, semua penerbangan di Bandara Internasional Pudong dibatalkan mulai pukul 11 pagi waktu setempat. Sedangkan penerbangan dari bandara Hongqiao yang lebih kecil di barat kota itu dibatalkan mulai pukul 3 sore.

Terminal pelabuhan di wilayah Shanghai menangguhkan layanan impor dan ekspor peti kemas mulai Senin hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Layanan kereta bawah tanah di beberapa jalur yang melayani distrik selatan Shanghai juga ditutup. Selain itu taman, tempat wisata luar ruangan dan taman bermain akan ditutup mulai Senin dan Selasa.

Sebelum mendekati China, topan Chanthu melewati pantai timur Taiwan selama akhir pekan. Badai mengganggu transportasi dan menyebabkan beberapa pemadaman listrik, meski hanya kerusakan kecil.

sumber: Tempo.co

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment