Nyeri di Dada Anda,  Waspadai Penyakit Jantung, Ini 4 Penyebabnya

Nyeri di dada
Advertisement

Topmetro.News –  Nyeri di dada, pernah mungkin pernah mengalaminya? Biasanya konndisi seperti ini terjadi di bagian sebelah kanan, kiri, atau bagian tengah dada. Umumnya sebagian orang mengira nyeri dada bagian disebabkan penyakit jantung.

Anggapan itu memang tidak ada benarnya, maka sebaiknya jangan sekali-kali mengabaikan kondisi ini.

Nyeri dada bisa menjadi gejala serangan jantung atau masalah jantung lainnya.

Hal yang perlu ditegaskan, nyeri di bagian dada sebenarnya tidak hanya dipicu masalah jantung saja.

Masih ada beragam kondisi medis yang bisa memicu terjadinya kondisi ini. Lantas, apa saja penyebab nyeri bagian dada yang perlu diwaspadai?

Penyakit Jantung dan Nyeri Bagian Dada

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, tak ada salahnya mengenal lebih jauh mengenai hubungan antara nyeri bagian dada dengan penyakit jantung.

Di Indonesia, penyakit jantung menjadi “pembunuh” kedua terbanyak. Sementara itu, di Amerika Serikat penyakit jantung menjadi penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak.

Penyebab paling umum dari penyakit jantung adalah penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner, pembuluh darah yang memasok darah ke jantung.

Kondisi ini disebut penyakit arteri koroner. Penyakit ini bisa berkembang dari waktu ke waktu, bahkan bisa dimulai pada masa anak-anak atau remaja. Lalu, bagaimana dengan gejala penyakit jantung yang satu ini?

Menurut American Heart Association, ada gejala khas yang mesti diwaspadai. Pada kebanyakan kasus, penyakit arteri koroner ini membuat pengidapnya nyeri bagian dada, sesak napas, jantung berdebar, dan kelelahan. Namun, ingatlah penyebab nyeri yang satu ini tak cuma dipicu penyakit jantung saja.

Masalah Paru hingga Kondisi Lainnya

Penyebab nyeri di bagian dada memang sering dikaitkan dengan masalah jantung. Sebut saja serangan jantung, penyakit jantung koroner, miokarditis (radang pada otot jantung), perikarditis (radang pada membran jantung), hingga kardiomiopati (penyakit akibat otot jantung yang lemah).

Meski begitu, masih terdapat beberapa kondisi lainnya yang bisa menyebabkan nyeri di bagian dada, antara lain:

Penyakit paru-paru. Contohnya abses paru, emboli paru, atelektasis, radang pada selaput yang membungkus paru-paru (pleuritis), atau tekanan darah yang tinggi pada pembuluh darah di paru-paru (hipertensi pulmonal).

Gangguan sistem pencernaan. Penyebab nyeri ini bisa dipicu oleh penyakit refluks asam lambung (GERD), pankreatitis, batu empedu, atau radang kantung empedu.

Gangguan pada otot tulang dada. Radang tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada, atau patah pada tulang rusuk.

Kondisi medis lainnya. Nyeri bisa dipicu kondisi medis lainnya seperti herpes zoster atau serangan panik.

Sebaiknya jangan sekali-kali memandang remeh nyeri bagian dada. Alasannya kondisi ini bisa menandai adanya masalah serius dalam tubuh. Makanya, segera temui dokter bila kondisinya kian parah.

Misalnya, bila merasakan nyeri dada seperti ditekan, menjalar ke rahang, lengan, leher, atau tembus ke belakang.

Indikasi Nyeri di Dada

Ada pula beberapa kondisi lainnya yang mesti diamati, seperti:

> Pusing;

> Mual dan muntah;

> Keringat dingin;

> Jantung berdebar;

> Sesak napas.

Segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat ketika mengalami hal itu disertai keluhan di atas. Semoga info ini bermanfaat.

BACA PULA | Ahli Bilang Penyakit Jantung Tingkatkan Risiko Disfungsi Seksual

Seperti diberitakan TOPMETRO.NEWS sebelumnya, risiko disfungsi seksual bisa terjadi akibat penyakit jantung. Disfungsi seksual ini sering kali menjadi penyakit penyerta gangguan kardiovaskular. Hal ini dinyatakan penelitian dari Universitas Deakin.

Seorang dosen senior Sekolah Perawat dan Kebidanan Deakin mengatakan penyakit kardiovaskular dapat menyebabkan lebih dari sekadar masalah jantung.

Setidaknya 87 persen orang dengan masalah jantung juga mengalami disfungsi seksual.

sumber\foto | KAIROS

reporter | jeremitaran

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment