Rudy Alfari Desak Pemprovsu Realisasikan Pembenahan dan Pembangunan Pusat Rehabilitasi

Sumut merupakan peringkat tertinggi untuk narkoba
Advertisement

topmetro.news – Anggota Komisi A DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak Pemprovsu realisasikan pembenahan dan pembangunan pusat rehabilitasi. Hal itu menurutnya perlu, karena Sumut merupakan peringkat tertinggi untuk narkoba.

“Kita jangan hanya berteriak pada pemberantasan narkoba saja. Tapi melupakan dan tak pernah bereaksi terhadap penanganan orang yang menjadi korban narkoba,” katanya kepada wartawan di sela-sela rapat kerja di The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (25/9/2021).

Rudi menjelaskan, pusat rehabilitasi yang ada saat ini harus dibenahi dan dilengkapi fasilitasnya dan juga harus benar-benar disesuaikan.

“Harus dibenahilah pusat rehab yang ada saat ini. Begitu juga dengan muatan kapasitasnya harus terjaga. Jangan sampai over kapasitas. Meskipun harus kita akui rehab yang ada saat ini masih minim. Tapi jika penanganan korban narkoba maksimal, saya rasa cepat sembuh dan bisa segera keluar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rudi, jika memang nantinya tidak mencukupi, maka Pemprov Sumut sudah saatnya membangun tempat rehab baru. Karena Pemkab Karo telah menyiapkan lahan untuk pembangunan pusat rehabilitasi.

“Saat kita berkunjung ke Kabupaten Karo, pada saat itu Bupati Terkelin Brahmana sudah mempersiapkan lahan untuk Pemprovsu untuk pusat rehab. Namun sampai sekarang belum juga terealisasi,” cetus anggota dewan dari Dapil Sumut XII (Kota Binjai dan Kabupaten Langkat) ini.

RAPBD Sumut 2022

Maka dari itu, tambah Rudi, ia meminta Gubsu agar memasukkan anggaran pembangunan dan fasilitas serta tenaga kesehatan pusat rehab di RAPBD Sumut 2022.

Rudi juga menegaskan, agar kabupaten/kota juga ikut membantu Pemprov Sumut dalam pembangunan atau pembenahan pusat rehabilitasi. Sehingga, jika ada masyarakat yang menjadi korban narkoba yang perlu penanganan rehab, tidak tertumpu kepada Pemprovsu saja.

“Begitu juga dengan aparat penegak hukum dalam menjaring dan memberantas peredaran narkoba di Sumut. Kapoldasu harus mengingatkan seluruh jajarannya agar objektif dan transparan dalam menentukan seseorang. Apakah sebagai pengguna atau pengedar. Jangan nanti yang tertangkap pengedar, namun karena tidak transparan, statusnya menjadi pengguna. Ini yang kacau. Harus objektif dan transparan. Seluruh stakeholder harus bekerjasama dengan baik,” tandasnya.

Terakhir, Rudi berharap, sebelum Gubsu selesai jabatannya segera merealisasikan pembangunan pusat rehabilitasi. Apalagi lahannya telah tersedia oleh Pemkab Karo.

“Lahannya sekitar 2 hektar. Sangat layak jadi pusat rehab. Kita akan dorong terus Gubsu untuk merealisasikannya,” pungkas Rudi.

penulis | Erris JN

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment