Driver dan Karyawan Trans Metro Deli Bebas Narkoba 100 Persen

PT Medan Bus Transport selaku pengelola Trans Metro Deli melakukan test urine bagi seluruh driver dan karyawannya, Rabu 12/1/2022), kemarin
Advertisement

topmetro.news – PT Medan Bus Transport selaku pengelola Trans Metro Deli melakukan test urine bagi seluruh driver dan karyawannya, Rabu (12/1/2022), kemarin. Hasilnya, 100 persen driver dan karyawan Trans Metro Deli tidak ada yang positif, dengan kata lain, semuanya bebas narkoba.

Dirut PT Medan Bus Transport Jumongkas Hutagaol, kepada media mengatakan, Kamis (13/1/2022), bahwa itu membuktikan, sistem rekrutmen yang mereka berlakukan sudah memenuhi standar.

“Terbukti sistem rekrutmen driver di PT Medan Bus Transpor termasuk karyawannya, sudah bisa dikatakan sesuai standar. Karena ternyata, puji Tuhan, dari 209 yang mengikuti test urine, semuanya bebas narkoba atau negatif,” katanya.

Meski demikian, lanjut JH (sapaan akrab Jumongkas Hutagaol, mereka tidak menjadi lengah dan akan tetap memantau. “Walaupun memang bebas narkoba, tapi kita tidak terlena. Dari waktu ke waktu dan akan tetap ditest sesuai pengamatan saya selaku pimpinan atau Dirut PT Medan Bus,” katanya.

JH lantas mengungkapkan, bahwa memang mereka memberlakukan seleksi sangat ketat, terutama driver. “Bukan hanya soal narkoba. Namun latar belakang personalnya di mana dulu bekerja, juga menjadi perhatian. Demikian juga soal disiplin, tata krama, etika, dan lainnya,” sebutnya.

Dan sangat memprihatinkan, lanjutnya, bahwa dalam seleksi driver untuk Trans Metro Deli, ternyata mereka dengan latar belakang supir angkot, tidak ada yang lolos.

“Terungkap bahwa terutama yang dari supir angkot tak lulus seleksi. Sementara mantan supir pariwisata biasanya bagus, dengan tidak mengurangi keberadaan supir bus antar provinsi,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut JH, fakta bahwa tidak ada dari supir angkot yang lulus, jadi sebuah keprihatinan. “Dan ini tentunya mesti jadi perhatian semua pihak, baik pengusaha maupun Organda. Dan harus sama-sama mencari akar masalahnya, kenapa bisa demikian,” katanya.

JH pun mengajak seluruh pengusaha, agar ada baiknya melakukan test urine dan pembinaan terhadap supir secara serentak. “Sehingga ada kebersamaan. Karena percuma saja satu perusahaan melakukan tapi yang lain tidak. Yang ada nantinya para supir akan menjadi ‘kutu loncat’ mencari perusahaan yang longgar. Maka akhirnya, apa yang terjadi selama ini akan terus terulang lagi,” urainya.

Pembinaan Supir

Apalagi supir, menurutnya, adalah penanggungjawab keselamatan penumpang. Sehingga memang harus ada pembinaan termasuk test urine berkala. “Termasuk pembinaan disiplin, tata krama, etika, dan lainnya juga harus jadi perhatian. Sehingga usaha angkot konvensional bisa meningkatkan pelayanan sekaligus mampu bersaing dengan angkutan berbasis digital,” sebutnya.

“Kita tidak bisa menghambat pesatnya perkembangan era digital saat ini. Kita selaku pegiat transportasi konvensional, tidak bisa lagi selalu mengeluhkan persaingan dengan transportasi berbasis online. Ini memang sudah eranya,” sebut Jumongkas.

“Sekarang ini orang hanya tinggal di rumah, sudah bisa beli makanan. Bahkan sebentar lagi, mau urusan pesta pun bisa-bisa saja ‘ulos’ atau ‘tumpak’ dikirimkan lewat aplikasi,” guraunya.

Lalu, lanjutnya, apakah semua perkembangan itu bisa dihambat? “Tentu saja tidak. Kita yang harus menyesuaikan, termasuk sektor transportasi konvensional. Caranya? Ya itu tadi. Bina para supir supaya lebih humanis. Test urine secara berkala,” tutup JH.

Berita sebelumnya, PT Medan Bus Transport selaku pengelola Trans Metro Deli melakukan test urine kepada seluruh driver maupun karyawan. Di mana dari 156 driver dan 53 staf tersebut, seluruhkan negatif, alias bebas narkoba.

reporter | Jeremi Taran

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment