Woooow…Wi – Fi Gratis Ternyata Membahayakan…!

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Jika kalian sering internetan dengan Wi-Fi gratis (Free Wi-Fi), sepertinya mulai sekarang harus lebih berhati-hati. Norton by Symantec, ketika meluncurkan solusi koneksi Wi-Fi yang aman bernama Norton Wi-Fi Privacy di Indonesia mengungkapkan resiko dan bahaya yang mengancam ketika internetan dengan WiFi Gratisan.

Menurut Norton Cyber Security, 77 persen orang Indonesia menganggap terkoneksi dengan WiFi Gratisan (Free Wi-Fi) sangat bermanfaat untuk mengecek email, mengirimkan dokumen dan mengakses akun-akun media sosial secara cepat.

Ternyata ketika sedang asyik internetan gratis melalui smartphone atau laptop dengan WiFi Gratisan, para “Hacker” yang juga gunakan Wi-Fi sama ternyata dapat dengan mudah mencuri data kita. Melihat semua aktifitas kita dengan smartphone, mengetahui akun dan password kita, bahkan semua isi smartphone kita.

Nick Savvides, Security Advocate, Consumer Business Unit, Symantec ketika meluncurkan solusi Norton Wi-Fi Privacy di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta kemarin mengungkapkan, jika 90 persen konsumen di Indonesia menggunakan koneksi Wi-Fi publik (Wi-Fi Gratis), namun hanya 51 persen yang mengetahui cara menentukan apakah jaringan Wi-Fi yang mereka gunakan aman.

Lebih jauh, Nick Savvides menjelaskan jika penyebab orang menjadi sasaran empuk bagi para hacker adalah ketidakpahaman mengenai keamanan jaringan-jaringan Wi-Fi publik.

Sebagian besar orang menganggap bahwa semua jaringan Wi-Fi yang tersedia di fasilitas-fasilitas umum, seperti, bandara, hotel, dan kafe memiliki keamanan built-in. Hal tersebut tidaklah selalu benar.

Pengguna juga masih bersedia untuk meng-klik tautan-tautan dari pengirim yang tidak mereka kenal atau membuka lampiran-lampiran yang berbahaya. Ketika menerima email penipuan dan email resmi.

Ketika para konsumen log in pada jaringan WiFi Gratis yang tidak aman, hacker dapat mencuri informasi saat informasi tersebut menjelajahi dunia maya, kemudian menjual informasi tersebut di pasar gelap untuk mendapatkan keuntungan atau bahkan menggunakan informasi tersebut untuk menguras akun bank konsumen.

Salah satu taktik umum lainnya, yang dikenal sebagai serangan titik akses tipuan, yaitu ketika penjahat cyber membuat jaringan Wi-Fi publik milik mereka sendiri dan mengarahkan pengguna untuk bergabung dengan jaringan tersebut.

Pengguna pun akhirnya memberikan data pribadi mereka kepada penjahat cyber tersebut, dan setelah mereka terhubung dengan jaringan hotspot tipuan, mereka dapat diarahkan menuju situs-situs penipuan atau situs yang mengandung virus. Bahkan mereka dapat ditipu untuk memberikan informasi nomor kartu kredit mereka atau informasi penting lainnya.(TMN/Uz)

 20 total views,  1 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment