OPS Danau Toba Sumatera Utara turut mensukseskan program Zero Accident dan Sailing Safety

Danau Toba
Advertisement

topmetro.news – Tanggal 26 Agustus 2022 di Hotel Inna Khas Parapat pihak BPTD Wilayah II Provinsi Sumut telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dalam rangka mendukung terciptanya peningkatan keselamatan dan keamanan pelayaran di KSPN Danau Toba untuk mensukseskan Program Zero Accident dan Sailing Safety dengan melibatkan unsur Operator Pelayaran Danau Toba yaitu PT. ASDP, PT. Pembangunan Prasarana Sumut, CV. Muara Putih, PT. Gunung Hijau Megah, OPS Marihat Permai, OPS Tuktuk Indah, OPS Atsari, OPS Toba Cruise, OPS Lopo Parindo, OPS Tomok Tour, OPS Simanindo, OPS Nainggolan, OPS Tara Bunga, OPS Muara, OPS Onan Runggu dan OPS Balige.

Sebelumnya tanggal 22 Juli 2022 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Bapak SANSIAGA UNO menyampaikan pihaknya akan menyelenggarakan ajang Balap F1H2O Multi Event Boat Race Intenational seperti kelas MotoGP di atas permukaan air Danau Toba Kab. Toba Provinsi Sumatera Utara yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Februari 2023 dengan persiapan yang ditargetkan akan rampung pada bulan Oktober 2022 dengan harapan agar mata dunia tertuju pada Danau Toba, sehingga dapat meningkatkan geliat perekonomian yang mendorong terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan penduduk sekitar.

Tanggal 15 Agustus 2022 telah dilaksanakan persiapan penyelenggaraan Balap F1H2O Asisten Deputi Pengembangan Parawisata Berkelanjutan dengan bentuk kesiapan meliputi persiapan lahan dan alokasi, penataan jalan dan kawasan, persiapan penyelenggaraan acara utama, persiapan acara pendukung (Side Events) serta persiapan akomodasi, homestay dan amenitas.

Di kawasan Danau Toba terdapat Pelabuhan Fery ; Pelabuhan Ajibata Kab. Toba, Pelabuhan ASDP Ajibata Kab. Toba, Pelabuhan Tomok Kab. Samosir, Pelabuhan Ambarita Kab. Samosir, Pelabuhan Tigaras Kab. Simalungun, Pelabuhan Simanindo Kab. Samosir, Pelabuhan Muara Kab. Tapanuli dan Pelabuhan Sipinggan Kab. Samosir,

Selain itu juga di kawasan Danau Toba terdapat Pelabuhan Kapal OPS ; Pelabuhan Ajibata Kab. Toba, Pelabuhan Tomok Kab. Samosir, Pelabuhan Onanrunggu Kab. Samosir, Pelabuhan Nainggolan Kab. Samosir, Pelabuhan Simanindo Kab. Samosir, Pelabuhan Tigaras Kab. Simalungun, Pelabuhan Balige Kab. Toba, Pelabuhan Muara Kab. Tapanuli Utara dan Pelabuhan Tigaraja Kab. Simalungun.

Dalam hal ini Operator Palayaran Danau Toba juga memiliki beberapa Organisasi Perkapalan Sejenis (OPS) ; OPS Marihat Permai, OPS Tuktuk Indah, OPS Atsari, OPS Toba Cruise, OPS Lopo Parindo, OPS Tomok Tour, OPS Simanindo, OPS Nainggolan, OPS Tara Bunga, OPS Muara, OPS Onan Runggu dan OPS Balige.

OPS Danau Toba belajar dari pengalaman insiden yang pernah terjadi di perairan kawasan Danau Toba diantaranya tanggal 18 Juni 2018 insiden Kapal Kayu Penumpang KM. Sinar Bangun yang bertolak dari Pelabuhan Simanindo Kab. Samosir menuju Pelabuhan Tigaras Kab. Simalungun tenggelam tepatnya di Kordinat : 2 43″ 085″ LU, 48 48″ 919″ BT dan tanggal 22 Juni 2018 KM. Ramos Risma Marisi bertolak dari Dermaga Pulau Sibandang Kec. Muara Kab. Tapanuli Utara menuju Pelabuhan Nainggolan Kab. Samosir menabrak bambu yang ada di tengah Danau Toba tepatnya di kordinat 02. 24’N 98.54′ E radial dari Posko Tigaras Kab. Simalungun ke LKP 170° serta tanggal 31 Mei 2021 mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1421 QP terjatuh ke dalam Danau Toba saat akan keluar dari Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak ke Dermaga Pelabuhan Ambarita Kec. Simanindo Kab. Samosir tiba-tiba Ramp Door kapal yang ada di Dermaga putus dan saat itu cuaca hujan deras yang menimbulkan korban
jiwa dan kerugian materil.

Adapun penyebab terjadinya insiden kapal motor di perairan Danau Toba sebagai berikut:

1. Over kapasitas muatan dalam kapal yang berisi penumpang dan kendaraan serta barang sehingga kapal menjadi tidak sesuai antara muatan kapal dengan daya angkut kapal mengakibatkan mesin penggerak kapal menjadi berat dan kapal tidak mampu menstabilkan timbang oleng ketika melintasi gelombang air Danau.

2. Cuaca yang tiba – tiba berubah menjadi buruk menimbulkan angin kencang, hujan dan gelombang ombak besar yang menerpa lambung kapal sehingga kapal menjadi oleng kemudian kapal terbalik.

3. Fungsi control terhadap sarana dan prasarana yang berada di Derma Pelabuhan sehingga Ramp Door tidak dapat menyesuaikan dengan elevasi kapal saat mengeluarkan muatan barang, kendaraan dan penumpang.

Terjadinya over kapasitas muatan dalam kapal disebabkan beberapa faktor:

1. Minimnya petugas Syahbandar yang melakukan pengawasan keselamatan kapal.

2. Dermaga yang tidak lengkap infrastruktur dan tidak tertib Syahbandar.

3. Kurangnya pengawasan keselamatan dan keamanan kapal meliputi pemeriksaan mesin kapal, pemeriksaan perlengkapan kapal, pemeriksaan muatan kapal dan pemeriksaan tiket / manifest penumpang.

Pengurus OPS yang beroperasional di KSPN Danau Toba turut mensukseskan Program Zero Accident dan Sailing Safety dan menuju percepatan pelaksanaan KSPN Danau Toba dan DPSP Sumatera serta mendukung kesiapan F1H2O di KSPN Danau Toba yang dijadwalkan akan diselenggarakan bulan Februari 2023.

Relis

 25,810 total views,  32 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment