DPRD Medan Soroti Tumpukan Tanah Bekas Galian Parit di Badan Jalan

DPRD Medan Soroti Tumpukan Tanah Bekas Galian Parit di Badan Jalan
Advertisement

topmetro.news – Ketua Fraksi HPP DPRD Medan, Hendra DS mengkritik kinerja sejumlah pemborong pengerjaan galian parit di berbagai tempat di Kota Medan. Sebab, tumpukan tanah berlumpur bekas galian parit di biarkan di badan jalan yang akhirnya mengganggu pengguna jalan.

“Kita kecewa dan menyesalkan kontraktor yang tidak profesional sehingga meresahkan warga sekitar dan pengguna jalan,” ungkap Hendra DS kepada wartawan, Selasa (15/11/2022) menyikapi kondisi sejumlah ruas badan jalan yang di penuhi timbunan tanah dan berdampak terhadap pengguna jalan.

Kondisi tersebut tampak pada badan jalan di Jalan Menteng II Medan Denai. Terdapat pembuatan drainase di tengah badan jalan sepanjang 600 meter. Kondisi saat ini, sudah dikerjakan sekitar 100 meter namun tanah lumpur tidak dibersihkan dari badan jalan.

Tumpukan Tanah

Salah seorang warga sekitar, Budi mengaku, akibat pengerjaan yang terkesan asal-asalan, dan mengakibatkan kendaraan warga tidak bisa masuk karena tumpukan lumpur.

Bahkan, ketika warga mempertanyakan kepada pengawas dilapangan menyebut pengerjaan bisa dirapikan setelah selesai dikerjakan 600 meter. Parahnya lagi, pembangunan Mesjid menjadi terhenti karena mobil yang mengangkut bahan material tidak bisa masuk.

Hendra meminta pemborong agar menyahuti keluhan warga.

“Kita minta supaya kontraktornya harus memperhatikan dampak ke warga. Artinya, akibat pengerjaan proyek jalan, aktivitas warga juga tidak berhenti,” tegas Hendra.

Lanjutnya, pengerjaan galian parit di Jalan Menteng II merupakan salah satu contoh buruk pengerjaan parit. “Ini salah satu contoh buruk pengerjaan drainase,” urainya.

 

Reporter | Thamrin Samosir

Advertisement

Related posts

Leave a Comment