Prabowo Subianto Lebih Memahami Manajemen dan Tata Kelola Administrasi Negara

Prabowo Subianto sebagai Capres 02, lebih memahami permasalahan kenegaraan. Hingga dapat lebih dipercaya dalam memanajerial tata kelola administrasi pemerintahan.

topmetro.news – Debat Capres ke-5 yang berlangsung, Minggu malam (4/2/2024) kemarin, membuktikan bahwa Prabowo Subianto sebagai Capres 02, lebih memahami permasalahan kenegaraan. Hingga dapat lebih dipercaya dalam memanajerial tata kelola administrasi pemerintahan.

“Kenyataan itu yang membuat kami lebih memilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Dan mempercayakan suara kami dalam Pemilihan Presiden pada 14 Februari nanti kepada Prabowo – Gibran,” ujar dr Raja dari Komunitas India Prabowo.

dr Raja menyampaikan hal itu saat nonton bareng debat capres di Posko Relawan dan Penggalangan Jalan Gajah Mada Medan, Minggu malam (4/2/2024).

Tenaga Kesehatan

Hal itu terbukti, lanjut dr Raja, di mana saat membahas tentang masalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, Prabowo mengangkat tentang kondisi Indonesia yang kekurangan jumlah tenaga kesehatan. Terutama dokter yang kekurangannya mencapai 16 ribu orang.

Sementara dua capres lainnya malah bicara tentang jumlah fasilitas dan infrastruktur kesehatan, seperti gedung rumah sakit.

“Ada yang sampai mengatakan setiap kabupaten dan kota bahkan desa harus mempunyai rumah sakit Tipe A. Dan pernyataan ini mereka sampaikan karena tidak mengetahui teknis tata kelola pelayanan dasar kesehatan masyarakat,” sebut dr Raja.

Papar Raja, bahkan Sumatera Utara saja hanya punya satu rumah sakit Tipe A yang terletak di Kota Medan, yakni RS Adam Malik. Masalahnya selain memiliki teknis pengelolaan yang rumit, juga harus memiliki sarana dan prasarana pendukung.

Hingga banyaknya infrastruktur dan struktur kesehatan seperti gedung rumah sakit, menurutnya, tidak serta merta menyelesaikan permasalahan peningkatan tata kelola kesehatan di Indonesia.

“Rumah sakit Tipe A berarti harus memiliki sejumlah dokter spesialis. Lantas dokternya dari mana. Padahal sudah diketahui Indonesia kekurangan tenaga dokter hingga 16 ribu orang,” ujar dr Raja.

Karenanya, sebut Raja, rencana Prabowo yang akan mencetak hingga 16 ribu dokter baru, bila terpilih sebagai Presiden, adalah sikap nyata dan wujud pengentasan masalah carut-marutnya dunia pelayanan kesehatan di Tanah Air.

Terakhir dr Raja mengapresiasi Prabowo Subianto yang pada akhir sesi debatnya menyampaikan permintaan maaf, jika ada gaya bahasa dan kalimatnya dan dari pasangannya, yang membuat tidak enak hati, atau menyinggung paslon lain.

“Permintaan maaf di akhir diskusi pada mitra sesama diskusi menunjukkan jika Prabowo Subianto- Gibran, lebih siap berdemokrasi di NKRI, dibanding yang lain,” tutup dr Raja.

sumber | RELIS

Related posts

Leave a Comment